MERAHPUTIH.COM - MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menekankan pentingnya menjaga dan menginternalisasi nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari setelah Idul Fitri 1447 H. Hal itu, menurutnya, disebabkan keberhasilan Ramadan tak hanya diukur dari ibadah selama bulan suci, tetapi dari konsistensi perilaku setelahnya.
"Kejujuran, keadilan, kebersamaan, toleransi, dan sifat-sifat keutamaan yang lainnya, jangan sampai nanti Ramadan lewat kita kembali kambuh lagi. Nilai-nilai itu harus dipatrikan dalam diri kita," kata Nasaruddin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/3).
Nasaruddin mengingatkan agar nilai-nilai yang dibangun selama Ramadan tidak hilang setelah bulan suci berakhir. Ramadan merupakan proses pembentukan karakter yang mencakup penguatan nilai kejujuran, keadilan, kebersamaan, dan toleransi.
“Nilai-nilai tersebut harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat,” jelas Nasaruddin.
Ia menilai konsistensi dalam menjaga nilai-nilai tersebut akan berdampak pada kualitas kehidupan berbangsa. Masyarakat yang mampu mempertahankan spirit Ramadan dinilai dapat menciptakan suasana yang lebih harmonis dan produktif.
Baca juga:
Menteri Agama Ingatkan Muslim Indonesia Jangan Terpecah Meski Lebaran Beda Hari
"Kalau ini kita ikuti perkembangan Ramadan, kita akan menjadi produk Ramadan yang sangat sejuk, sangat indah, cerah, dan mencerahkan," kata dia.
Selain itu, Nasaruddin juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tidak terjebak pada kepentingan jangka pendek yang dapat merusak kohesi sosial.
"Jangan sampai kita terkecoh oleh satu kepentingan sesaat, lalu saling menyikut antarsesama warga bangsa. Itu akan melemahkan sendi-sendi kebangsaan kita," tutup dia.(knu)
Baca juga:
Pesan Imlek dari Menteri Agama Nasaruddin Umar, Perkuat Keadilan