Melancong Bermanfaat Untuk Kesehatan Kardiovaskular dan Otak

Senin, 17 September 2018 - P Suryo R

MELANCONG masuk dalam daftar rencana mereka yang hendak pensiun. Tak hanya orang-orang yang telah lanjut usia, beberapa waktu belakangan ini melancong juga menjadi gaya hidup generasi muda.

Liburan telah menjelma menjadi kebutuhan generasi milenial. Melancong menjadi cara ampuh mereka untuk melepas penat dari berbagai aktivitas.

wisata
Melancong melepas kepenatan. (Foto: Pexels/Skitterphoto)

Tak hanya berfungsi untuk meredakan stres, kegiatan rekreasi tersebut juga baik untuk menjaga otak dan tubuh seiring bertambahnya usia. Hal tersebut diungkapkan oleh industri yang fokus pada masalah yang berkaitan dengan penuaan, Global Coalition on Aging.

Hasil studi yang mereka lakukan menunjukkan fakta bahwa liburan memiliki korelasi dengan kesehatan fisik. Berlibur menurunkan risiko serangan jantung dan kematian akibat penyakit koroner.

wisata
Berlibur menurunkan risiko sakit jantung. (Foto: Pexels/Porapak Apichodilok)

“Beberapa waktu yang lalu masyarakat tidak memahami manfaat dari diet dan olahraga, hal yang sama berlaku untuk manfaat melancong,” ujar Direktur Eksekutif Global Coalition on Aging, Michael Hodin.

Tak hanya itu, melancong juga membantu menjaga ketajaman otak. Psikolog, Paul D Nussbaum mengungkapkan melancong adalah obat yang baik untuk kesehatan otak.

“Mereka yang rutin berlibur, pergi ke luar kota untuk bekerja, dan sejenisnya memiliki resiko demensia yang lebih rendah,” tutur Paul. (avia)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan