MerahPutih.com - Panggung konser akbar di Amerika Serikat "Coachella" merupakan panggung bergensi yang artis manapun ingin hadir di sana. Menariknya, Massive Attack dikabarkan menolak untuk tamping di panggung tersebut.
Duo trip-hop asal Inggris itu terdiri dari Robert '3D' Del Naja dan Grant 'Daddy G' Marshall menyatakan tidak akan datang pada undangan Coachella.
Band selama empat dekade selain bermusik, sibuk melakukan aktivitas bela lingkungan dan politik. Melalui karya musik inovatifnya, lebih banyak berbicara masalah iklim dan lingkungan hidup sebagai fokus utama.
Selain dukungan terhadap kelompok Extinction Rebellion, Massive Attack mengkritik dampak musik live terhadap lingkungan, seperti halnya Coachella.
Pada tahun 2021, mereka menugaskan sebuah studi melalui Tyndall Centre for Climate Change Research, yang akhirnya meluncurkan rencana mereka untuk mengurangi emisi karbon di seluruh industri musik yang lebih luas.
Baru-baru ini, Massive Attack telah mengadakan pertunjukan sebagai bagian dari seri Act 1.5. Tujuannya, memikirkan bagaimana konser mempertimbangkan keramahan lingkungan, tetapi juga menjadi acara dengan karbon terendah dalam jenisnya
"Kami menolak Coachella tahun depan karena sekali lagi, kami sudah pernah ke sana sekali, dan sekali saja sudah cukup," ucap Del Naja dikutip dari Billboard, Rabu (18/12).
Naja menyinggung lokasi konser berlangsung di kawasan yang pembangunannya tidak ramah lingkungan.
"Tempatnya di Palm Springs. Itu adalah resor golf yang dibangun di padang pasir, dioperasikan dengan sistem penyiram, menggunakan pasokan air publik. Gila. Jika Anda ingin melihat sesuatu yang merupakan perilaku manusia yang paling konyol – tempat itu ada di sana," ujar Naja.
Satu-satunya penampilan Massive Attack di Coachella terjadi pada tahun 2006. (Tka)