MERAHPUTIH.COM — FILM Nobody Loves Kay resmi tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia. Film besutan ONIC, Folago Pictures, Migunani Cinema Cult, Qun Films, dan bekerja sama dengan Visinema Pictures, ini hadir bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan jadi manifesto dan suara lantang bagi generasi baru yang sedang berjuang mewujudkan mimpi mereka di tengah skeptisisme dunia.
Film drama coming-of-age arahan sutradara debutan Bernardus Raka ini terinspirasi dari kisah nyata perjuangan dari nol jungler andalan Landak Kuning, ONIC Kairi. Kisahnya memotret realitas tajam tentang ambisi, harga sebuah pilihan, dan bagaimana rasanya berdiri tegak saat semua orang, bahkan orangtua sendiri, berhenti berpihak kepada kita.
Nobody Loves Kay disambut dengan sangat meriah oleh para penonton dan reviewer film yang telah menonton sebelum perilisan resmi. Tak sedikit yang menempatkan film ini sebagai salah satu film Indonesia terbaik tahun ini.
Bagus banget, bagus ceritanya, bagus karakternya, bagus dramanya, buset bagus!
WatchmenID
Mimpi Besar Butuh Usaha Akbar
Baca juga:
Film 'Nobody Loves Kay' Angkat Sisi Gelap Dunia Esports dan Ambisi Pro Player MLBB
Melalui karakter Kay, yang diperankan oleh Bima Azriel, film ini membawa pesan mendalam bahwa sebuah mimpi yang tidak konvensional, seperti menjadi pro-player e-sport, bukanlah hal yang mustahil jika dibayar dengan dedikasi yang sepadan.
Kay mengajarkan bahwa, jika kita berani memiliki mimpi yang besar, usaha dan pengorbanan yang dikeluarkan juga harus jauh lebih besar. Ini merupakan satu-satunya cara terbaik untuk berdiri tegak dan membuktikan bahwa mereka salah di hadapan mereka yang selama ini meremehkan.
Sutradara Bernardus Raka mengungkapkan film ini didedikasikan untuk setiap anak muda yang sedang bertaruh nyawa demi masa depannya.
Kay ialah representasi dari generasi hari ini yang sering kali harus berjalan di kegelapan sendirian karena mimpinya dianggap aneh atau tidak realistis oleh lingkungan, bahkan oleh orangtua mereka sendiri. Lewat film ini, kami ingin bilang kalau mimpi kalian itu valid. Tapi ingat, untuk membungkam keraguan (prove them wrong), kalian harus membayarnya dengan kerja keras yang luar biasa.
Bernardus Raka, sutradara Nobody Loves Kay
Emosi, Persahabatan, dan Konflik Keluarga
Kedalaman akting di film ini didukung kuat oleh penampilan tiga aktor muda berbakat, Bima Azriel, Rey Bong, serta Joshia Frederico. Ketiganya berhasil menghidupkan dinamika persahabatan yang retak akibat benturan ambisi dan kenyataan hidup yang pahit.
Bima Azriel, pemeran karakter Kay, mengaku sangat emosional saat pertama kali membaca naskah dan mengeksekusi adegan-adegan krusial di film ini. Sementara itu, Rey Bong yang memerankan karakter Ido, sahabat dekat Kay, menyebut kekuatan film ini terletak pada hubungannya yang sangat manusiawi.
Joshia, pemeran karakter Aurelio, mengungkapkan, lewat film ini, ia justru belajar kembali tentang makna berjuang bersama dengan teman-teman, mengingat film ini memang menyoroti persahabatan Kay, Ido, dan Aurelio.
Nobody Loves Kay menjadi film yang sangat lekat dengan siapa saja yang sedang berjuang mencari jati diri, memulihkan hubungan dengan keluarga, dan membuktikan diri kepada dunia. Setelah sukses memicu banjir air mata di malam Gala Premiere dan rangkaian Special Screening di berbagai kota, film ini siap mengaduk-aduk emosi penonton secara massal mulai 4 Juni.
Tiket sudah dapat dibeli di seluruh bioskop kesayangan Anda. Pantau terus akun sosial media resmi @nobodyloveskay untuk informasi theater visit, nonton bareng, dan pembaruan terkini.(*)
Baca juga:
Gala Premiere 'Nobody Loves Kay' Penuh Suka Cita, Kisah Perjuangan ONIC Kairi Bikin Penonton Terharu