MERAHPUTIH.COM — JAPAN Airlines (JAL) akan mulai menggunakan robot humanoid untuk tugas penanganan darat (ground handling) di Bandara Haneda, Tokyo, mulai Mei. Penggunaan robot ini akan melalui uji coba selama dua tahun yang bertujuan meringankan beban kerja karyawan.
Pihak JAL dan mitranya dalam proyek ini, GMO AI & Robotics, telah mendemonstrasikan robot ini pada Senin (27/4). Sebagai tahap awal, robot buatan China tersebut akan digunakan untuk memuat dan membongkar kontainer kargo.
Industri penerbangan Jepang saat ini menghadapi kekurangan tenaga kerja akibat peningkatan jumlah wisatawan asing dan penurunan populasi usia kerja. Di lain sisi, JAL mempekerjakan sekitar 4.000 staf penanganan darat. Maskapai ini berharap robot tersebut nantinya juga dapat digunakan untuk membersihkan kabin dan mengoperasikan peralatan pendukung di darat.
Baca juga:
Robot Diinfektan Ini Bakal Dihibahkan Jika Tidak Laku Dilelang KPK, Harganya Rp 78,6 Juta
JTB Group, operator agen perjalanan terbesar di Jepang, menyebut robot sebenarnya sudah digunakan di beberapa bandara di Jepang, termasuk untuk patroli keamanan dan layanan ritel. Jepang menyambut lebih dari tujuh juta wisatawan asing dalam dua bulan pertama tahun ini.
“Meski bandara terlihat sangat otomatis dan terstandardisasi, operasi di belakang layar masih sangat bergantung pada tenaga manusia dan menghadapi kekurangan tenaga kerja yang serius,” kata Presiden GMO AI & Robotics Tomohiro Uchida, dikutip BBC.
President Ground Service of JAL Yoshiteru Suzuki, dikutip kantor berita Kyodo, mengatakan penggunaan robot untuk tugas-tugas fisik yang berat akan memberikan manfaat signifikan bagi karyawan.
Meski begitu, ia menegaskan beberapa tugas, termasuk manajemen keselamatan, hanya dapat ditangani manusia.(dwi)
Baca juga:
Alasan Pakai Robot, Polri Khawatir Anggotanya Jadi Korban di Lokasi Rawan dan Berbahaya