Merahputih.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di ibu kota Jakarta rupanya tak seketat yang dibayangkan. Pantauan Merahputih.com, masih banyak warga yang bebas berlalu-lalang di sejumlah jalan raya, terutama di jalan protokol Jakarta.
Di depan Bunderan Senayan menuju Sudirman, ada barier pembatas jalan saja yang dipasang. Terlihat seorang petugas TransJakarta berdiri mengawasi.
"Mau kemana mas?," tanya petugas itu.
Baca Juga:
Ketika melintas di Jalan Sudirman pun memang terlihat sepi. Hanya pengemudi ojol dan beberapa mobil saja yang melintas. Namun, masih ada saja satu dua warga olah raga jalan kaki di jalan protokol tersebut. Bahkan ada pesepeda melintas meski sempat muncul ancaman Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran untuk menyitanya.
Pemandangan ini terlihat sampai Bundaran HI. Pantauan Merahputih.com, petugas sangat minim di jalan tersebut. Bahkan, pembatas jalan pun dibiarkan terbentang tanpa ada penjaganya.
Minimnya penjagaan juga terlihat di persimpangan Jalan MH Thamrin hingga Patung Kuda. Hanya terlihat satu Polisi bersiaga.
Merahputih.com pun mencoba menelusuri pelaksanaan PPKM darurat dari kawasan Pondok Aren, Tangsel.
Dari kawasan Bintaro di Ceger Raya misalnya, banyak warga berlalu-lalang menggunakan motor dan mobil. Mereka kebanyakan ingin berbelanja di pasar dan toko-toko yang masih buka.
"Saya mau beli bubur ayam buat sarapan," kata salah satu warga bernama Rudi (32) di kawasan Jurang Mangu, Pondok Aren.
Warga yang terdiri dari dewasa hingga anak-anak ini tampak tak terpengaruh dengan imbauan untuk di rumah saja. Saat memasuki perbatasan Jakarta Selatan dan Tangsel, tak ada petugas Kepolisian yang berjaga.
Di perlintasan Pasar Bintaro misalnya. Tak ada plang pembatas apalagi pengecekan warga yang hendak melintas. Warga bisa seenaknya melintas tanpa adanya penutupan apalagi penjagaan.
Perjalanan dari perbatasan Tangsel ke Jakarta Selatan melintasi Kebayoran Lama pun tampak mulus tanpa adanya penyekatan.
Baca Juga:
Kardinal Ungkap Alasan Enggan Terburu-buru Buka Kegiatan Peribadatan Gereja
Hal berbeda terlihat dari sejumlah pusat perbelanjaan yang memilih tutup. Bahkan, Pasar Tanah Abang pun tutup total, meski ada saja penjual eceran makan dan minuman yang berjualan.
Sekedar informasi, Polda Metro Jaya sendiri membuat 28 titik pembatasan mobilitas masyarakat di jalur utama atau pun perbatasan DKI Jakarta selama PPKM Darurat. Akses keluar masuk ditutup demi menekan laju penyebaran COVID-19.
Masyarakat yang diperbolehkan melewati penyekatan hanya pekerja sektor esensial dan kritikal. (Knu)