MerahPutih Nasional- Nama Institusi Polri kembali tercoreng setelah Kompol Budi Gunawan, calon Kapolri tunggal yang diajukan Presiden Jokowi, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Beruntung, meski sudah mendapat persetujuan dari DPR RI, Presiden Jokowi menunda pelantikan calon pengganti Sutarman itu.
Mantan Wakil Kepala Polri, Oegroseno mengatakan mestinya semua anggota Polri harus bisa menjaga idealisme dan cita-cit untuk mengabdi pada bangsa dan negara. Idealisme, kata dia, tak boleh luntur dan harus dijaga sehigga nama institusi Polri menjadi kepercayaan masyarakat.
"Mengabdi pada bangsa dan negara, cita-citanya seperti Idealisme tak boleh luntur," kata Oegroseno saat menjadi pembicara pada diskusi di sebuah rumah makan Jl. Gereja Theresia No. 41, Menteng - Jakarta Pusat, Sabtu (17/1).
BACA JUGA: Pelantikan Komjen Budi Gunawan Ditunda, Kediamannya Tampak Sunyi
Dalam kesempatan itu, Oegroseno menambahkan jika ada orang yang bercita-cita ingin menjadi orang kaya janganlah masuk atau menjadi anggota Polri. Sebab, intitusi Polri hanya sebagai tempat pengabdian pada bangsa dan negara.
"Jangan bermimpi kaya kalau mau jadi polisi. Jadi sistemnya harus dibangun dan dijaga," katanya.
Apa yang dikatakan Oegroseno ini sebagai jawaban ketika ditanyai prihal kasus yang sedang menyeret institusi Polri tersebut. Baginya, Propam mestinya sudah tegas sejak awal ketika hendak mencalonkan bekas ajudan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri tersebut sebagai Calon Kapolri.
"Propam pengawasan ini harus tegas. Saya mantan Propam," kata dia sambari mengatakan bahwa apa yang disandangkan KPK kepada Komjen Budi adalah hukum pidana. (Hur)
Follow Twitter kami di @Merahputihcom
Like FanPage Facebook kami di Merahputih.com