Mantan Komandan Den-81 Kopassus Bicara Soal Polemik G30S/PKI
Rabu, 20 September 2017 -
MerahPutih.com - Mantan Komandan Detasemen-81 (sekarang Sat81/Gultor) Kopassus yang kini menjabat sebagai Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara soal polemik G30S/PKI. Seperti diketahui itu tersebut kian hangat menjadi pro-kontra di tengah masyarakat.
Luhut pun mengatakan, sebaiknya semua pihak di Tanah Air fokus untuk mengantisipasi ancaman robotic yang bisa mengancam lapangan pekerjaan masyarakat Indonesia daripada menghabiskan energi membicarkan G30S/PKI.
"Jangan habiskan energi kita bicara masalah perbedaan G30S/PKI. Lebih baik kita cerita dampak robotic yang dampaknya kepada lapangan kerja," kata Luhut usai menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/9).
Salah satu pentolan Kopassus itu mengaku bahwa waspada terhadap pergerakan komunis yang disebut-sebut bakal muncul kembali boleh saja. Namun, hal itu jangan terlalu berlebihan.
Menurut, purnawirawan yang banyak mengikuti pendidikan pasukan khusus di berbagai negara itu, kewaspadaan yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi munculnya paham komunis adalah meningkatkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
Dia pun mengungkapkan bahwa beberapa negara maju telah menerapkan sistem robotic di berbagai industrinya. Sehingga hal itu akan mengancam "lay off" (pemberhentian) karyawannya.
“Beruntung kita pariwisata kita tidak robotic. Jadi sebaiknya kita dorong terus sektor pariwisata. Selain itu pertanian juga tidak banyak roboticnya," kata Luhut.
Dia pun mengakui bahwa setiap peringatan G30S/PKI setiap 30 September selalu muncul isu komunis. Dia pun meminta masyarakat dan media tidak berlebihan membahas hal tersebut. (*)
Sumber: Antara