MERAHPUTIH.COM - CAWAPRES nomor urut 3 Mahfud MD berkomitmen memberantas para oknum yang biasa melakukan tindakan korupsi di bidang perizinan tambang. Hal tersebut ia sampaikan dalam kampanye dialogis bertajuk Tabrak Prof yang digelar di Kafe Koat Kopi Seturan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (5/2) malam.
Mahfud menyebut tindakan korupsi pada sektor perizinan tambang telah menjamur dan menjadi alasan rendahnya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia. Sesuai dengan laporan Transparency International (TI), skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tercatat sebesar 34 poin dari skala 0-100 poin pada 2023. Angka tersebut stagnan dari perolehan 2022, tetapi peringkatnya justru turun. Indonesia sempat duduk di peringkat 110 pada 2022, tapi kemudian turun ke posisi 115.
BACA JUGA:
Mahfud MD Perkuat Citra dan Kualitas Ganjar Sebagai Capres 2024
"Penambang ilegal, sama perizinan. Nah, sekarang baru empat hari yang lalu, itu ada pengumuman bahwa Indeks Persepsi Korupsi kita tetap rendah. Ada di urutan nomor skor 34 dengan catatan urutan rangking negaranya dari 110 ke 115. Turun kita ini, artinya korupsinya masih terus merebak. Korupsi yang terus merebak ini antara lain di proses perizinan ini," kata Mahfud.
Penertiban oknum tambang, disebut Mahfud, bisa menjadi solusi atas permasalahan ini. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bisa memilih pemimpin yang dapat tegas menegakkan hukum kepada para oknum tersebut.
"Jadi banyak hal seperti ini yang harus ditertibkan di masa depan. Agar hukum ini bisa tegak dan pembangunan kita berjakan lancar dan ini harus dimulai dari demokratisasi di dalam kehidupan politik kita dengan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil," jelasnya.
Persoalan tambang ilegal dan korupsi di sektor pertambangan diketahui beberapa kali dibahas Mahfud dalam beberapa kesempatan. Eks Menko Polhukam ini pun memiliki komitmen untuk memberantas oknum di balik korupsi pertambangan tersebut. (Pon)
Baca Juga:
Sandiaga Angkat Bicara Soal Mahfud MD jadi Cawapres Ganjar Pranowo