Luhut Tak Ingin Salahkan Informan yang Berikan Data Keliru ke Prabowo

Senin, 22 April 2019 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - Presiden Jokowi mengutus Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan melakukan pertemuan dengan Prabowo Subianto.

Rencananya pertemuan itu dilangsungkan pada Minggu (21/4) namun tidak dapat berlangsung karena Juru Bicara BPN Andre Rosiade mengatakan Prabowo sedang fokus memantau penghitungan suara.

Ditemui di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Senin (22/4), Luhut menegaskan tidak ingin menuduing salah satu pihak yang memberikan informasi keliru kepada Prabowo.

"Saya tidak ingin menyalah-nyalahkan, kita menahan diri lah tidak menyalah-nyalahkan. Biar menunggu hasil (perhitungan KPU) tanggal 22 Mei."ujar Luhut.

Menurutnya, seluruh pihak harus menghormati konstitusi. "Karena hampir 30 negara lebih mengakui bahwa pilpres, pileg ini dilakukan dengan jurdil, saya ulangi ya dengan jurdil," ucap Luhut.

Apalagi pada era digital saat ini seluruh data tidak dapat dihilangkan atau muncul begitu saja.

"Kita semua menghormati demokrasi kita dan konstitusi kita. Kalau kita yang senior ini tidak menghormati, legacy kita apa? itu saja. Saya juga menghimbau teman-teman atau tokoh-tokoh elit supaya jernih melihat agar tidak emosional, karena kita tidak bisa bohongi digital itu tidak bisa dibohongi, siapapun dia mengatakan begini begitu 'at the end' orang akan lihat data digital yang tidak bisa dibohongi," jelas Luhut.

Luhut Panjaitan kritik Prabowo soal anggaran pertahanan
Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan. (Foto: merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sendiri sudah tiga kali mendeklarasikan kemenangan pada 17-18 April lalu. Deklarasi itu menurut Prabowo berdasarkan hasil real count yang dilakukan oleh tim internal BPN.

Prabowo pada Kamis (18/4) menyatakan bahwa ia dan Sandiaga Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai Presiden dan wakil Presiden tahun 2019-2024 berdasarkan lebih dari 62 persen 'real count' dari formulir C1 yang telah rekapitulasi," kata Prabowo Subianto.

Deklarasi ini disampaikan hanya selang beberapa menit setelah capres Joko Widodo mengatakan bahwa ia dan Ma'ruf Amin diunggulkan menang dalam pilpres 2019 berdasarkan hasil hitung cepat dari 12 lembaga survei dengan prosentase perolehan suara pasangan Jokowi-Amin diperkirakan sebesar 54,5 persen sementara Prabowo-Sandi sebesar 45,5 persen.

Pada Jumat (19/4) Prabowo yang didampingi Amien Rais, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, dan sejumlah tokoh bahkan melakukan selametan dan menegaskan bahwa mereka tidak percaya lembaga survei. Bahkan, sebagaimana dikutip Antara, Prabowo menyuruh lembaga survei pindah ke Antartika. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan