Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Lomba Sihir Hadirkan 'Di Seberang', Lagu tentang Cinta dan Perjalanan Menuju Perpisahan

Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026

MerahPutih.com - Lomba Sihir kembali menghadirkan karya terbaru lewat lagu berjudul Di Seberang yang dirilis pada 14 Juli 2026. Lagu tersebut menjadi bagian dari versi deluxe album Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi.

Lagu Di Seberang ditulis secara bersama-sama oleh seluruh personel Lomba Sihir, yakni Baskara Putra, Natasha Udu, Tristan Juliano, Rayhan Noor, dan Enrico Octaviano.

Lagu ini membawa cerita yang dekat dengan perjalanan sebuah hubungan asmara, terutama ketika sebuah kisah cinta mulai berhadapan dengan kenyataan tentang perpisahan.

Baca juga:

Lomba Sihir Siapkan Konser Ujung Dunia, Rayakan Tujuh Tahun Perjalanan Bersama

'Di Seberang' Bicara tentang Perpisahan

Melalui Di Seberang, Lomba Sihir mengangkat cerita tentang perjalanan menuju perpisahan dan proses menerima kenyataan dalam sebuah hubungan asmara yang telah berjalan lama.

Kisah tersebut tidak hanya menggambarkan berakhirnya sebuah hubungan, tetapi juga proses emosional ketika seseorang mulai menyadari bahwa tidak semua hal dapat bertahan selamanya.

Di dalam lagu ini terdapat perenungan mengenai kefanaan hidup. Kesadaran tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan seseorang dalam menerima kemungkinan kehilangan orang yang selama ini berada di sisinya.

Di Seberang juga menyentuh kesadaran bahwa dalam sebuah hubungan, akan selalu ada kemungkinan salah satu orang harus pergi lebih dahulu.

Lirik Di Seberang - Lomba Sihir

Bertahun-tahun yang lalu, berjanji menyatukan

Aku dan dirimu, keluargaku dan kamu

Sejak saat itu aku bertanya, apakah kita kuat selamanya?

Bertahun-tahun yang lalu, di rumah yang baru

Cukup sederhana, kau membawa barangmu

Sejak saat itu aku bertanya, akankah kita pindah ke mana?

Pertanyaan, pencarian, kecil-kecil ini, kadang menggelitik

Jika nanti ku tak ada, berjanjikan diriku bahwa kau bisa belajar

Menyeberang jalan sendirian, mengemudikan kendaraan,

Pasang rem di belanja pakaian, ingat diriku di kesunyian

Siapa yang lebih dulu? Aku atau kamu?

Apa yang kau katakan saat kembali bertemu?

Jika kamu, ku kan baik-baik saja

Jika aku, kau kan baik-baik saja

Kita tahu cinta ini tembus ruang dan waktu

Di sepanjang langkahmu walaupun raga tak di situ

Jika kamu percaya maka ku juga

Jika aku tak ada, tak apa

Mungkin di bumi lain, dimensi yang baru

Tak perlu ada perpisahan yang memilukan

Namun sementara waktu di dunia ini

Kita ukir cerita yang terbaik

Tuk kita nanti nanti atau hanya jadi sejarah di sini

Selama kamu, aku tak masalah

Siapa yang lebih dulu? Aku atau kamu?

Apa yang kau katakan saat kembali bertemu?

Jika kamu, ku kan baik-baik saja

Jika aku, kau kan baik-baik saja

Kita tahu cinta ini tembus ruang dan waktu

Di sepanjang langkahmu walaupun raga tak di situ

Jika kamu percaya maka ku juga

Jika aku tak ada, tak apa

Oh digenggam tiba saat nanti bertemu lagi

Ku kan bantu kau melintasi jalan, sekali lagi..

(Far)

Baca Artikel Asli