MerahPutih.com - Musik selalu menemukan caranya untuk mempertemukan banyak cerita. Tahun ini, Synchronize Fest kembali membuka ruang bagi cerita-cerita tersebut melalui pengumuman jajaran penampil yang akan memeriahkan festival pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.
Menghadirkan spektrum luas musik Indonesia, mulai dari nama-nama populer hingga talenta generasi baru, Synchronize Fest kembali menjadi panggung yang merayakan keberagaman, kreativitas, dan semangat kolektif yang terus menghidupkan ekosistem musik nasional.
Pada pengumuman lineup fase kedua, Synchronize Fest 2026 menggandeng Kobra Musik untuk mengurasi jajaran penampil di Panggung Getarrr serta LaMunai Records untuk mengurasi penampil di panggung Oleng Upuk.
Baca juga:
Lewat Visual Surealis, Marishka Soerkarna Hidupkan Atmosfer Synchronize Fest 2026
Panggung Getarrr (Curated by Kobra Musik)
Sebanyak 13 penampil dipastikan tampil di Panggung Getarrr dengan karakter musik yang beragam, mulai dari orkes, punk, hingga black metal.
Babaloman menghadirkan warna Orkes N' Roll dengan corak musik orkes melayu yang dekat dengan nuansa dangdut.
Clever Moose, proyek solo Faiz Marie, mengusung Middle Eastern Psychedelic Rock dan telah merilis album debut Mediterranean Fuzz pada 2024.
El Karmoya merupakan kolektif asal Bandung bernuansa Latin-Meksiko yang dikenal lewat konsep fiksi "Kartel" dalam karya-karyanya. Salah satu singel terkenalnya adalah "Gracias" yang dirilis pada 2020.
Kelelawar Malam, unit horor punk asal Jakarta, dikenal sebagai tiruan lokal band Misfits. Mereka telah merilis album Jalan Gelap (2017), Kelelawar Malam (2022), serta album terbaru bertajuk Kesurupan.
Maria Tambun merupakan grup musik funky dub yang lahir dari generasi bermusik Institut Kesenian Jakarta. Grup ini telah merilis tiga singel, yakni "Nasri", "Alien", dan "Brahman", serta bersiap meluncurkan album debut tahun ini.
OM New Eleng, grup orkes asal Pekalongan, telah merilis singel "Curhat" dan "Bocah Kekinian", serta dijadwalkan meluncurkan album debut pada Juli 2026.
Baca juga:
Lineup Perdana Synchronize Fest 2026: Reality Club Kolaborasi dengan Phum Viphurit
Orkes Bagong Februari membawa konsep keroncong dangdut jenaka dengan nuansa orkes era 1970-an hingga 1980-an.
Orkes Trotoar terinspirasi dari musisi legendaris Indonesia seperti Iwan Fals, Bagus Dwi Danto, Iksan Skuter, Jason Ranti, hingga OM PMR.
OT The Hendrix, grup orkes tarling nusantara asal Cirebon, dikenal membawakan musik dangdut khas Pantura dan dikabarkan akan merilis album baru pada Juli 2026.
Sakinah Mawaddah Warahmah merupakan band punk yang digawangi Zea, siswi sekolah dasar yang tampil bersama ayah, ibu, dan pamannya.
Santet, grup black metal asal Purwokerto yang berdiri sejak Mei 1997, memadukan budaya Jawa dengan estetika black metal.
Symphony Polyphonic Geng Format Black Sabar akan membawakan format tribute bertajuk "Black Sabar" sebagai penghormatan kepada legenda Black Sabbath, Ozzy Osbourne.
Tahlilan, unit black metal asal Tangerang, dikenal lewat aksi panggung khas dengan vokalis yang tampil menyerupai pocong bernuansa mistis budaya lokal.
Baca juga:
Synchronize Fest Kembali 16-19 Oktober 2026, Ini 7 Penampilan Spesial yang Wajib Ditunggu
Oleng Upuk (Curated by LaMunai Records)
Sebanyak 14 penampil akan meramaikan panggung Oleng Upuk dengan fokus pada musik elektronik, hip-hop alternatif, hingga kolektif arsip musik.
Lineup tersebut terdiri atas Cristal No.5, Dangerdope, Danny, Dipha Barus: Pop Samping, Habibi Funk, Jiwa Jiwa, Kenya, LaMunai Music Service, Mantasticmate x Muztang (JavaBass Soundsystem), Noirlab, PNNY, Poppin Class, Radio Rumah Oma, dan Wicker Basket.
(Far)