Lewat Alter Ego Romo, Dimensi Hardi Tampilkan Sisi Gelap dan Eksperimental lewat 'Adiksi'

Kamis, 08 Januari 2026 - Ananda Dimas Prasetya

MerahPutih.com - Nama baru di ranah alternative metal Indonesia, Romo, resmi diperkenalkan ke publik lewat single debut berjudul Adiksi yang dirilis pada 2 Januari 2026. Perilisan ini menjadi langkah awal Romo memasuki industri musik Tanah Air dengan identitas yang berbeda dan berani.

Romo merupakan alter ego dari Dimensi Hardi, penulis lagu sekaligus bassist band Peraukertas. Karakter Romo berawal dari sosok asing yang berulang kali muncul dalam mimpi Dimensi Hardi.

Rasa penasaran terhadap figur tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah entitas kreatif baru yang tidak dapat diwakili oleh karakter Dimensi Hardi maupun Peraukertas.

Baca juga:

Unit Sufi Rock Magelang Musuffer Gugat Ego dan Dogma lewat Single 'Last Trip'

Dari proses tersebut, Romo dibentuk sebagai proyek solo dengan semesta, visual, serta pendekatan musikal yang sepenuhnya berbeda. Proyek ini menjadi ruang eksplorasi personal bagi Dimensi Hardi untuk mengekspresikan sisi lain yang belum pernah ia tampilkan sebelumnya.

Secara musikal, Romo memilih jalur alternative metal, sebuah genre yang kontras dengan karya-karya Dimensi Hardi bersama Peraukertas. Single Adiksi menjadi gerbang menuju album perdana Romo yang dijadwalkan rilis pada April 2026.

Album tersebut akan berisi sekitar empat hingga lima trek utama, ditambah beberapa lagu kejutan. Meski berangkat dari konsep alter ego, proyek Romo digarap secara serius dan telah dirancang dengan visi jangka panjang.

Baca juga:

Gunung Kawi Tak Melulu Mistis, Matoha Mino Angkat Cerita Lain Lewat Karya Musik

Dalam proses produksinya, Romo bekerja sama dengan Candra Kim, vokalis sekaligus gitaris Peraukertas, yang bertindak sebagai produser dan arranger, serta turut membantu penulisan notasi pada beberapa bagian lagu. Sementara itu, seluruh materi lagu tetap ditulis oleh Dimensi Hardi.

Secara karakter musikal, Romo berpijak pada alternative metal, namun diperkaya dengan berbagai pengaruh seperti hardcore, pop, R&B, hip hop, emo, hingga rock.

Perpaduan tersebut menjadikan Romo sebagai proyek yang eksperimental, bebas, dan berani, dengan semangat eksplorasi yang mengingatkan pada pendekatan ala Sweetspot Station. (Far)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan