Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung

Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026

MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi II DPR RI Fraksi Golkar Ahmad Irawan merespons usul Partai Demokrat soal penerapan konsep dapil nasional atau national pool dalam pemilu anggota DPR. Ahmad menyebut gagasan itu menarik, tetapi harus dikaji lebih dulu.

"Konsep dapil nasional (national pool) atau penggabungan suara (stambus accord) merupakan suatu gagasan yang menarik. Gagasan apa pun itu harus dimatangkan dan diuji agar bisa diimplementasikan dengan baik," kata Ahmad kepada wartawan, Rabu (23/9).

Ahmad mengatakan Golkar akan mengkaji konsep tersebut. Menurutnya, berbagai gagasan mengenai sistem pemilu dapat dipertimbangkan selama tetap sesuai dengan prinsip demokrasi konstitusional. Ia juga menyinggung sistem pemilu di negara lain yang bisa menjadi referensi bagi Indonesia. Salah satunya Jerman, yang sebelumnya dicontohkan Dede Yusuf.

Menurut Ahmad, sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat. Ia menilai hal itu dapat memperkuat kelembagaan partai.

Baca juga:

Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional



"Kelebihan national pool kalau tadi Pak Dede Yusuf ambil contoh di Jerman, menariknya calon-calon yang mendapatkan mandat rakyat ditentukan partai politik. Jadi bisa menguatkan institusi kepartaian," ujarnya.

Namun, Ahmad mengingatkan jangan sampai perubahan sistem pemilu justru membuat masyarakat bingung. Ia juga meminta mekanisme baru tidak membuat proses penyelenggaraan pemilu semakin kompleks. "Kita punya sistem pemilu dan praktik sendiri selama beberapa kali pemilu. Melihat negara lain bagus dalam kerangka penyempurnaan sistem. Cuma kembali, tadi harus kita kaji dan matangkan supaya bisa diimplementasikan," jelasnya.

Sebelumnya, Dede Yusuf mengusulkan konsep dapil nasional di tengah pembahasan ambang batas parlemen untuk Pemilu 2029. Demokrat menyoroti banyaknya suara yang tidak terkonversi menjadi kursi DPR akibat parliamentary threshold.

Dede menyebut sekitar 17 juta suara tidak terkonversi menjadi kursi pada Pemilu 2024 ketika ambang batas parlemen ditetapkan 4 persen. Ia juga menyebut sekitar 19 juta suara pada Pemilu 2009 saat ambang batas berada di angka 2,5 persen.

Melalui konsep national pool, Demokrat mengusulkan sisa suara dari partai-partai yang lolos ambang batas dikumpulkan dan dikonversi menjadi kursi tambahan. Dede menyebut mekanisme tersebut memiliki kemiripan dengan stembus accord yang pernah digunakan pada Pemilu 1999.(pon)



Baca juga:

Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen







Baca Artikel Asli