Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Legenda Jerman Sebut Manuel Neuer Jadi Biang Kerok Kehancuran Der Panzer di Piala Dunia 2026

Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026

Merahputih.com - ruang ganti Der Panzer tampaknya masih menyisakan hawa panas sisa-sisa kegagalan di Piala Dunia 2026. Ambisi besar sang raksasa Eropa kembali merajai sepak bola dunia runtuh akibat keputusan kontroversial seputar pemilihan penjaga gawang utama.

Mantan bek andalan Timnas Jerman, Robert Huth, membongkar borok internal tim akibat keputusan sepihak memanggil kembali kiper gaek penuh senioritas, Manuel Neuer.

Baca juga:

Jurgen Klopp Sudah Terbuka untuk Tangani Timnas Jerman, Julian Nagelsmann Berlindung di Balik Kontrak Baru

Keputusan pelatih Julian Nagelsmann membujuk kiper berusia 40 tahun membatalkan masa pensiun memicu keretakan harmoni skuad. Langkah instan tersebut berujung petaka setelah performa lini pertahanan Jerman tampil rapuh sepanjang turnamen.

Saya pikir hal besar benar-benar membuat skuad goyah adalah masuknya Neuer. Masuknya Neuer benar-benar tidak terduga, dia datang terlambat,

Robert Huth dalam laporan talkSPORT.

Kecemburuan Sosial Menghancurkan Impian Kiper Muda

Kehadiran mendadak penjaga gawang Bayern Munchen tersebut otomatis menggeser posisi Oliver Baumann dan Alexander Nubel.

Padahal, kedua kiper tersebut memikul harapan tinggi serta performa stabil sepanjang masa persiapan menuju turnamen makro empat tahunan ini.

Robert Huth menilai kebijakan pelatih mencerminkan kelemahan kepemimpinan depan seluruh anggota tim.

Statistik performa lini pertahanan Jerman:

Kelemahan Taktik Menit Akhir Julian Nagelsmann

Penilaian miring mantan pemain Chelsea tersebut didasari atas hilangnya rasa hormat antarpemain akibat perlakuan istimewa.

Keputusan memanggil pemain sudah menjalani laga perpisahan resmi dinilai sebagai blunder psikologis terbesar manajemen Der Panzer.

Manuel

“Kehadiran kembali Neuer secara mengejutkan pasti tidak menyenangkan bagi Baumann, serta bagi tim. Kebijakan ini menunjukkan sedikit kelemahan dari pelatih karena mengubah pikiran di menit-menit terakhir,” lanjut Robert Huth.

Atmosfer negatif tersebut terbukti menjalar ke dalam lapangan pertandingan lewat koordinasi pertahanan buruk. Publik sepak bola Jerman kini menuntut perombakan total sektor kepelatihan demi mengembalikan kejayaan timnas masa depan.

Baca juga:

Paraguay Ngekor Ekuador Tetapkan Libur Nasional Setelah Timnasnya Kalahkan Jerman di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

ruang ganti Der Panzer tampaknya masih menyisakan hawa panas sisa-sisa kegagalan pergelaran Piala Dunia 2026. Ambisi besar raksasa Eropa kembali merajai sepak bola dunia runtuh akibat keputusan kontroversial seputar pemilihan penjaga gawang utama. Mantan bek andalan Timnas Jerman, Robert Huth, membongkar borok internal tim akibat keputusan sepihak memanggil kembali kiper gaek penuh senioritas.

Keputusan pelatih Julian Nagelsmann membujuk kiper berusia 40 tahun membatalkan masa pensiun memicu keretakan harmoni skuad. Langkah instan tersebut berujung petaka setelah performa lini pertahanan Jerman tampil rapuh sepanjang turnamen.

“Saya pikir hal besar benar-benar membuat skuad goyah adalah masuknya Neuer. Masuknya Neuer benar-benar tidak terduga, dia datang terlambat,” ucap Robert Huth dalam wawancara eksklusif bersama talkSPORT.

Kecemburuan Sosial Menghancurkan Impian Kiper Muda

Kehadiran mendadak penjaga gawang Bayern Munchen tersebut otomatis menggeser posisi Oliver Baumann dan Alexander Nubel.

Padahal, kedua kiper tersebut memikul harapan tinggi serta performa stabil sepanjang masa persiapan menuju turnamen makro empat tahunan ini.

Robert Huth menilai kebijakan pelatih mencerminkan kelemahan kepemimpinan depan seluruh anggota tim.

Berikut adalah rincian data kronologi serta statistik performa lini pertahanan Jerman:

Kelemahan Taktik Menit Akhir Julian Nagelsmann

Penilaian miring mantan pemain Chelsea tersebut didasari atas hilangnya rasa hormat antarpemain akibat perlakuan istimewa. Keputusan memanggil pemain sudah menjalani laga perpisahan resmi dinilai sebagai blunder psikologis terbesar manajemen Der Panzer.

“Kehadiran kembali Neuer secara mengejutkan pasti tidak menyenangkan bagi Baumann, serta bagi tim. Kebijakan ini menunjukkan sedikit kelemahan dari pelatih karena mengubah pikiran di menit-menit terakhir,” lanjut Robert Huth.

Atmosfer negatif tersebut terbukti menjalar ke dalam lapangan pertandingan lewat koordinasi pertahanan buruk. Publik sepak bola Jerman kini menuntut perombakan total sektor kepelatihan demi mengembalikan kejayaan timnas masa depan.

Baca Artikel Asli