Laut Mediterania Kuburan 1.000 Lebih Imigran Afrika ke Eropa Sepanjang 2025

Kamis, 13 November 2025 - Wisnu Cipto

MerahPutih.com - Imigran dari Afrika yang hendak memasuki kawasan Eropa harus bertarung nyawa ketika hendak menyeberang lewat Laut Mediterania.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB melaporkan jumlah migran yang meninggal saat mencoba menyeberangi Laut Mediterania Tengah sepanjang tahun ini telah melampaui 1.000 orang lebih. Angka itu terus meningkat seiring tragedi baru yang terjadi.

Dalam insiden terbaru, IOM mencatat lebih dari 40 orang diduga tewas setelah sebuah perahu karet terbalik di lepas pantai Libya pada 8 November. Kapal itu berangkat dari Zuwara pada 3 November dengan membawa 49 migran dan pengungsi, terdiri dari 47 pria dan dua wanita.

Baca juga:

Corn Dog, Sajian Unik Kreasi Imigran Jerman

“Peristiwa tragis ini, yang terjadi hanya beberapa minggu setelah insiden mematikan lainnya di lepas pantai Surman dan Lampedusa, menegaskan bahaya yang terus dihadapi oleh migran dan pengungsi di sepanjang rute Laut Mediterania Tengah,” demikian pernyataan resmi IOM, dikutip Antara, Kamis (13/11)

Menurut para penyintas, gelombang tinggi menyebabkan mesin perahu mati sekitar enam jam setelah keberangkatan. Hanya tujuh pria yang selamat setelah mengapung di laut selama enam hari. Mereka yang selamat empat dari Sudan, dua dari Nigeria, dan satu dari Kamerun.

Baca juga:

Astronaut NASA Tangkap Kilatan Misterius di Atas Laut Mediterania

Sebanyak 42 orang lainnya masih hilang dan diduga tewas, termasuk 29 orang Sudan, delapan orang Somalia, tiga orang Kamerun, dan dua orang Nigeria.

IOM kembali menyerukan penguatan kerja sama regional, perluasan jalur migrasi yang aman dan legal, serta upaya pencarian dan penyelamatan yang lebih efektif untuk mencegah hilangnya nyawa lebih lanjut. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan