MerahPutih.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan pihaknya akan menarik dukungan kepada Anies Rasyid Baswesan dan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Penarikan dukungan itu akan dilakukan secara resmi, pada Jumat (10/11) nanti, saat aksi demonstrasi buruh.
Menyikapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan koalisi buruh termasuk KSPI. Ia juga mengatakan Pemerintah Provinsi DKI dalam hal ini memiliki komitmen dalam menyejahterakan buruh.
"Saya masih terus berkomunikasi dan kita memiliki satu komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan buruh dan kami juga ingin hubungan industrial yang baik, ekonomi yang berkeadilan," kata Sandi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (9/11).
Saat ditanya kepada awak media apakah ada rencana Pemprov bertemu dengan Presiden KSPI Said Iqbal, Sandi mengaku, saat ini Iqbal tengah berada di Jenewa, Swiss.
"Ya Pak Said Iqbal masih di Jenewa, j adi begitu dia pulang kita sudah berkomunikasi lagi," ungkapnya.
Politisi Partai Gerindra itu mengatakan Pemprov DKI terbuka bagi para buruh. Sandi juga berencana akan berembuk dengan buruh setelah tanggal 10 November 2017.
"Dan dengan teman-teman ini, kita punya agenda bersilaturahmi dan kebetulan teman-teman kita masih konsentrasi katanya mau setelah tanggal 10 (November) mau duduk lagi. Insyaallah kita bisa merajut terus kebersamaan untuk hubungan industrial yang lebih baik," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan bahwa pihaknya menarik dukungan terhadap Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur serta Wakil Gubernur DKI Jakarta. Penarikan dukungan itu akan dilakukan secara resmi, pada Jumat (10/11) di Balai Kota, pada aksi demonstrasi besok.
"Selain menolak UMP DKI 2018 senilai Rp 3,6 juta, kami juga akan melakukan aksi cabut mandat kepada Anies-Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur," kata Said Iqbal dalam konfrensi pers di kantor KSPI, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (8/11) kemarin. (Asp)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Tolak UMP, 20 Ribu Buruh Ancam Turun ke Jalan