Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga

Krisis Sepak Bola Italia, Serie A Ingin Ambil Kendali Reformasi FIGC

Soffi Amira - Jumat, 03 April 2026

MerahPutih.com - Presiden Serie A, Ezio Maria Simonelli, memperingatkan bahwa klub-klub papan atas 'harus memiliki peran utama' dalam reformasi.

Hal itu ia ungkapkan setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 dan pengunduran diri Presiden FIGC, Gabriele Gravina.

Kekalahan memalukan Bosnia dan Herzegovina di babak play-off Piala Dunia 2026 dan menjadi yang ketiga kalinya berturut-turut, telah memicu guncangan hebat di kalangan petinggi sepak bola Italia.

Pengunduran diri Federasi Gravina diikuti diikuti oleh ketua delegasi Italia, Gianluigi Buffon. Lalu, pelatih timnas Italia, Gennaro Gattuso, diperkirakan akan menyusul.

Baca juga:

Kalah dari Bosnia, Gianluigi Donnarumma Akui Hancur Gagal Bawa Italia ke Piala Dunia 2026

Pemilihan telah dijadwalkan pada 22 Juni 2026 untuk menunjuk Presiden FIGC yang baru. Kemudian, sebanyak 274 delegasi akan memberikan suara dengan sistem yang memberikan Serie A sebanyak 18 persen kekuasaan dalam keputusan ini.

Lalu, ada juga 6 persen untuk Serie B, 12 persen untuk Lega Pro, 34 persen untuk Liga Amatir (LND), 20 persen untuk Asosiasi Pemain, dan 10 persen untuk Asosiasi Pelatih.

Serie A Sudah Lama Menentang Kebijakan Gabriele Gravina

Serie A menentang kebijakan Gabriele Gravina
Serie A menentang kebijakan Gabriele Gravina. Foto: Dok. FIGC
>Lega Serie A dilaporkan ingin mengambil alih kendali dalam pemilihan tersebut.

“Sebagai Lega Serie A, kami harus memiliki peran utama, bertindak sebagai pembimbing bagi semua tim,” kata Simonelli kepada wartawan.

“Seperti semua penggemar, kami kecewa, tetapi kami perlu bekerja pada reformasi, pembinaan pemain muda, memperkuat tata kelola dan aset klub, sehingga kami dapat kembali ke kejayaan masa lalu.”

Baca juga:

Superkomputer Prediksi Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ungguli Prancis dan Inggris

Serie A sudah lama menentang reformasi utama yang diusulkan oleh Gravina, yaitu mengurangi jumlah klub di liga utama dari 20 menjadi 18.

Beberapa nama telah disebut-sebut sebagai calon Presiden FIGC yang baru, tetapi yang paling difavoritkan tampaknya adalah mantan ketua CONI (Komite Olimpiade Italia), Giovanni Malago.

“Kami bahkan tidak membicarakan nama-nama tersebut selama pertemuan,” tegas Presiden Serie A itu. (sof)

Baca Artikel Asli