Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Koreksi Pernyataan The Jakmania Hanya Customer, Bepe Bicara soal Kenaikkan Harga Tiket Persija

Frengky Aruan - 1 jam, 4 menit lalu

MerahPutih.com - Direktur Olahraga Persija Jakarta, Bambang Pamungkas merespons polemik harga tiket laga uji coba Persija vs Brisbane Roar di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (29/8).

Dalam kesempatannya, Bepe, panggilan Bambang Pamungkas juga meluruskan anggapan yang beredar bahwa manajemen Persija hanya memandang The Jakmania sebagai customer.

Menurut Bepe, hubungan Persija dengan The Jakmania jauh lebih dalam karena memiliki ikatan historis dan emosional sejak lama.

Saya mewakili manajemen menyampaikan bahwa yang beredar selama ini bahwa The Jakmania adalah customer itu tentu tidak demikian,

kata Bepe, Kamis (27/8), dikutip dari BolaSkor.

“Kami tentu menganggap The Jakmania sebagai suporter kita yang sama-sama dari awal secara historis memiliki ikatan batin yang kuat untuk bertarung atau berjuang atas nama Kota Jakarta.”

Baca juga:

Kecewa Harga Tiket, The Jakmania Boikot Persija Vs Brisbane Roar, Juga Beri Ultimatum

Mantan striker Persija itu menegaskan pernyataan yang beredar di media sosial mengenai status The Jakmania sebagai customer tidak tepat.

Bepe Bantah Harga Tiket Persija Naik 70 Persen

Bepe juga membantahbahwa harga tiket untuk The Jakmania mengalami kenaikan hingga 70 persen.

Untuk laga Persija vs Brisbane Roar, pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA) The Jakmania mendapat harga yakni Rp 150 ribu untuk tribun bawah dan Rp 130 ribu untuk tribun atas.

The
The Jakmania memberikan dukungan kepada Persija saat menghadapi Barito Putera. (X/persija_jkt)

Harga tersebut jika dibandingkan dengan laga Persija kontra Arema FC di JIS musim lalu memang mengalami kenaikan, tetapi tidak sampai 70 persen.

Pada pertandingan musim lalu, tiket dijual Rp 100 ribu untuk tier 2 dan Rp 130 ribu untuk tier 1. Dengan perbandingan tersebut, kenaikan harga mencapai sekitar 15,38 persen untuk tribun bawah dan 30 persen untuk tribun atas.

“Jadi kalau ada yang beranggapan bahwa tiket termurahnya di angka yang kita sampaikan di pengumuman resmi itu, tidak demikian. Jadi ada alokasi khusus bagi pendukung kami The Jakmania,”

tutur Bepe.

Tiket Jadi Salah Satu Penopang Finansial Persija

Bepe menjelaskan, keputusan menaikkan harga tiket tidak dibuat secara sembarangan. Manajemen mempertimbangkan inflasi sekaligus kebutuhan finansial klub.

Persija, menurutnya, menargetkan pemasukan dari penjualan tiket berkontribusi sekitar 10 hingga 15 persen terhadap total pengeluaran tim.

Tentu kenaikan tiket ada kaitannya dengan inflasi. Kemudian juga sejujurnya kita ingin memaksimalkan atau mencoba untuk membuat pemasukan dari ticketing itu bisa men-support finansial tim kurang lebih di angka 10 sampai 15 persen dari total pengeluaran tim. Dan itu yang coba kita naikkan kaitannya dengan tiket,

ujar Bepe.

Baca juga:

Launching Jersey dan Skuad Persija Jakarta Semakin Meriah dengan Pertunjukan Far East Movement Selain Laga Vs Brisbane Roar

Ia menambahkan, besarnya pengeluaran Persija pada musim 2026/2027 tidak secara langsung menjadi alasan kenaikan tiket. Kebijakan tersebut lebih diarahkan untuk meningkatkan kontribusi pendapatan pertandingan terhadap kebutuhan finansial klub.

“Namun demikian, memang kita harus pahami bahwa pengeluaran Persija terutama di musim ini memang cukup besar, tapi menurut saya tidak ada kaitannya dengan kenaikan tiket tadi karena memang itu dilakukan untuk mencoba membuat peran atau kontribusi tiket ini menjadi salah satu penopang dari kebutuhan keuangan secara menyeluruh pada tim, kurang lebih demikian.”

Bepe memastikan keputusan tersebut telah melalui pertimbangan matang dan berharap kebijakan baru mengenai harga tiket Persija dapat diterima seluruh kalangan.

“Cuma kita juga harus pahami bahwa keputusan ini diambil dengan sangat hati-hati dan juga dipertimbangkan dengan matang, dan semoga ini bisa diterima oleh semua kalangan,”

tuturnya. (*)

Baca Artikel Asli