MerahPutih.com - Operator kompetisi sepak bola Indonesia, I.League, resmi meningkatkan subsidi untuk klub peserta Super League 2026-2027.
Setiap klub kini berpeluang mendapatkan subsidi hingga Rp27 miliar, meningkat cukup signifikan dibandingkan musim sebelumnya.
Subsidi masih sama seperti musim yang lalu, tetapi yang kita berikan sesungguhnya naik. Yang awalnya Rp19 miliar kemudian kali ini kita berikan sebesar Rp27 miliar,
kata Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia Baru (LIB) di Jakarta, Rabu (26/8) malam.
Tak hanya menaikkan subsidi, I.League juga menyiapkan insentif tambahan bagi klub yang memberikan menit bermain kepada pemain muda.
Kebijakan ini menjadi pengganti aturan wajib memainkan pemain U-23 yang tidak lagi diterapkan pada Super League 2026-2027.
Bonus Penggunaan Pemain Muda
Ferry menjelaskan, klub akan mendapatkan insentif berdasarkan penggunaan pemain muda. Semakin muda usia pemain yang diberi kesempatan tampil, semakin besar pula bonus yang berpotensi diterima klub.
Penggantinya akan diberikan insentif, melebihi dari insentif-insentif yang biasa bagi klub yang menggunakan pemain dengan menit bermain secara gradual kepada pemain-pemain usia muda,
ujar Ferry.
Skema tersebut diharapkan mendorong klub tidak sekadar memainkan pemain muda sebagai pelengkap, tetapi benar-benar memberi mereka kesempatan berkembang di level kompetisi tertinggi.
I.League merancang kebijakan ini dengan melihat perkembangan sepak bola di sejumlah negara lain. Ferry menilai usia puncak perkembangan pemain kini semakin muda dan Indonesia perlu mencetak lebih banyak talenta seperti bintang Barcelona, Lamine Yamal.
Golden age-nya sudah betul-betul bergeser. Kita kepengin punya Lamine-lamine yang lain juga sehingga kita memberikan insentif yang betul-betul ekstra,
tutur Ferry.
Regulasi U-23 Dihapus
Sebelumnya, peserta Super League diwajibkan memainkan pemain U-23 setidaknya selama 45 menit dalam setiap pertandingan.
Namun, regulasi tersebut dinilai belum sepenuhnya efektif setelah diterapkan pada musim 2025-2026. Pasalnya, sejumlah klub dianggap hanya menurunkan pemain muda pada awal pertandingan sebelum menggantinya dengan pemain yang lebih senior.
I.League kini memilih pendekatan berbeda. Alih-alih mewajibkan klub menurunkan pemain U-23, operator kompetisi memberikan insentif finansial sebagai pemacu agar klub secara sukarela mengembangkan dan memainkan talenta muda.