MerahPutih.com - Korban longsoran gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, resmi bertambah jadi enam orang.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jakarta berhasil mengevakuasi dua jasad baru dari reruntuhan tumpukan sampah Senin (9/3) kemarin.
Baca juga:
Longsor TPST Bantargebang Telan 5 Korban Jiwa, DPRD DKI Minta Investigasi Menyeluruh
Jasad korban pertama yang ditemukan tim Basarnas atas nama Jussova Situmorang pada pukul 12.05 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
“Selanjutnya pada pukul 17.50 WIB tim SAR gabungan kembali menemukan korban bernama Hardianto di pinggir kali tertumpuk timbunan sampah,” kata Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (10/3).
Baca juga:
Pencarian Pakai Drone Thermal
Menurut dia, jasad kedua korban langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Pencarian korban dilakukan dengan melibatkan 336 personel gabungan.
Desiana mengungkapkan Tim SAR juga menggunakan alat berat, pasukan K9, serta drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh dari udara dalam pencarian jasad korban.
Baca juga:
Menteri LH Jadikan Longsor Bantargebang Simbol Kegagalan Sistemik Tata Kelola Sampah Jakarta
1 Korban Masih Hilang
Hingga Senin malam, data terakhir menunjukkan total korban longsor sampah di TPST Bantargebang sebanyak 13 orang. Dari jumlah tersebut, enam orang dinyatakan selamat, enam meninggal dunia, dan satu orang masih dalam pencarian.
“Kami masih terus melakukan pendataan jumlah korban berdasarkan keterangan saksi dan keluarga,” tandas orang nomor satu di Kantor SAR Jakarta itu, dikutip Antara. (*)