Kontribusi Program U-Solar Terhadap Gas Rumah Kaca

Sabtu, 20 Maret 2021 - Andreas Pranatalta

KURANG dari satu tahun sejak diluncurkan pada Oktober 2019, program U-Solar UOB telah menjadi wadah tenaga surya hingga 160 gigawatt jam di seluruh ASEAN. Tak hanya itu, program ini juga mengurangi lebih dari 77.200 ton CO2-ekuivalen dalam emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Pengurangan emisi gas rumah kaca ini setara dengan menanam hampir 1,3 juta bibit pohon selama 10 tahun atau menghilangkan hampir 17.000 mobil dari jalanan selama satu tahun. U-Solar sendiri merupakan ekosistem industri tenaga surya pertama di Asia yang mendorong pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan di seluruh Asia Tenggara.

Harapman Kasan, Wholesale Banking Director UOB Indonesia menyatakan bahwa program U- Solar ini sejalan dengan fokus pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui tenaga surya.

“Kami meyakini bahwa Perpres tentang Energi Terbarukan ini akan menghadirkan kondisi yang lebih kondusif bagi kemajuan sektor energi terbarukan di Indonesia, termasuk pertumbuhan industri panel surya,” kata Harapman.

Baca juga:

Museum MACAN Luncurkan Karya Seni Citra Sasmita

Kontribusi Program U-Solar UOB Terhadap Gas Rumah Kaca
Harapman Kasan. (Foto: UOB Indonesia)


“Kesadaran yang lebih baik akan manfaat dan efisiensi yang dapat dihasilkan tenaga surya, ditambah dengan adanya insentif yang lebih baik, juga akan membantu mendorong penerimaan dan pemanfaatannya di pasar,” lanjutnya.

Melalui U-Solar yang tersedia di Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand, UOB menawarkan serangkaian solusi keuangan untuk mendorong pengembangan dan pemanfaatan tenaga surya kepada perusahaan-perusahaan serta konsumen.

Solusi ini mencakup penyediaan manajemen kas dan pembiayaan hijau untuk pengembangan proyek tenaga surya, serta solusi pembiayaan berbasis kontrak end-to-end untuk kontraktor Engineering, Procurement, Construction and Commissioning (EPCC).

Sebagai negara terbesar di ASEAN, Indonesia menyumbang sekitar 40 persen dari konsumsi energi di kawasan ini. Permintaan listrik di Indonesia juga terus mengalami peningkatan. Sebagai bagian dari agenda keberlanjutan Indonesia, pemerintah Indonesia telah menargetkan untuk mencapai 23 persen penggunaan energi terbarukan pada 2025, dan 31 persen pada 2050 dalam total bauran energi.

Baca juga:

Seniman Bandung Menjuarai UOB Southeast Asian Painting of The Year 2020

Kontribusi Program U-Solar UOB Terhadap Gas Rumah Kaca
Indonesia menyumbang sekitar 40 persen dari konsumsi energi. (Foto: Unsplash/Nick Agus Arya)

“Di UOB Indonesia, kami optimis dengan masa depan tenaga surya di Tanah Air dan permintaan yang kuat dari konsumen dan dunia usaha. Program U-Solar kami yang diluncurkan pada akhir 2019 kian diterima luas dan memiliki serangkaian proyek yang tengah dipersiapkan,” kata Harapman.

Perusahaan kecil dan menengah juga turut mendapatkan manfaat dari program U-Solar seiring dengan upaya keberlanjutan dalam usaha mereka, salah satunya Charolotte’s Beauty Lounge.

“Melalui program U-Solar UOB ini, kami turut berkontribusi untuk dunia yang lebih baik dan berkelanjutan,” tutup pemilik Charlotte’s Beauty Lounge, Charlotha Katoppo. (and)

Baca juga:

Karya dari Finalis UOB Painting of the Year 2018 Dipamerkan

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan