Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

KMT KRL Jogja-Solo Edisi Khusus Angkat Filosofi Keraton Solo dan Mangkunegaran

Andika Pratama - Kamis, 08 April 2021

MerahPutih.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) selaku operator Kereta Rel Listrik (KRL) Solo-Yogyakarta menerbitkan 1.000 Kartu Multi Trip (KMT) edisi khusus Solo, Jawa Tengah.

Launching KMT edisi Khusus Solo dilakukan langsung Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, EVP Daerah Operasi VI Yogyakarta PT KAI Asdo Artrivianto dan Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari di Stasiun Solo Balapan, Kamis (8/4).

Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari mengatakan, kartu Multi Trip edisi Khusus Solo ini merupakan yang kedua yang terinspirasi dari wilayah Yogyakarta-Solo. Sebelumnya, pada Oktober 2020 PT KCI juga menerbitkan Kartu Multi Trip edisi Khusus Yogyakarta.

"Alasan kami meluncurkan KMT edisi khusus Solo sebagai bentuk apresiasi pada masyarakat yang sangat antusias naik KRL Solo-Yogyakarta setiap hari. Total ada sebanyak 1.000 KMT yang diterbitkan," kata Mukti.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka launching Kartu Multi Trip KRL Solo-Yogyakarta Edisi Solo di Stasiun Solo Balapan, Kamis (8/4). (MP/Ismail)
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka saat ikut launching KMT KRL Yogya-Solo di Stasiun Balapan Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/4). Foto: MP/Ismail

Dikatakannya, KMT edisi khusus Solo dijual Rp30.000 sudah termasuk saldo Rp10.000 dan dapat dibeli di 11 stasiun pemberhentian dan naik sepanjang Solo-Yogyakarta.

Ia mengemukakan KMT edisi khusus ini menggunakan unsur landmark Kota Solo dengan mengangkat suasana lokal penuh makna.

"Pilihan warna pada KMT kami mengangkat dua unsur sejarah yang tak lepas dari filosofi Keraton Kasunanan Surakarta (warna biru) dan Mangkunegaran Surakarta (hijau-kuning)," kata dia

Dengan paduan Keraton Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran Surakarta, ia berharap KRL bisa lebih dekat dan disukai masyarakat Solo sekitar. Mukti mengatakan sepanjang Februari penumpang KRL Solo-Yogyakarta mencapai 4.809 orang per hari.

"Sepanjang Maret mencapai 6.328 orang atau bertambah 31 persen. Jumlah penumpang KRL terbanyak mencapai 10.535 terjadi pada 4 April saat libur panjang," kata dia.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, KRL menjadi daya tarik bagi masyarakat Solo karena lebih nyaman dan ramah lingkungan.

"Dengan naik KRL Solo-Yogyakarta bisa ditempuh 68 menit. Saya tidak mempersulit warga naik kereta untuk beraktivitas atau berpergian, dengan syarat harus mematuhi protokol kesehatan," kata Gibran.

Ia berharap dengan KRL bisa membantu dalam mempercepat pemulihan ekonomi khususnya warga Solo. Dengan naik KRL bisa mengurangi kemacetan di jalan raya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Artikel Asli