Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

KKB Tebar Ancaman di Papua, Pengusaha Asal Maros, Sulsel, Jadi Korban Terbaru

Dwi Astarini - Sabtu, 14 Februari 2026

MERAHPUTIH.COM - AKSI kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali terjadi. Korban terbaru yakn Gunawan Samad, 45, seorang pengusaha asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang tewas ditembak. Jenazah Gunawan telah diberangkatkan ke kampung halaman melalui Makassar.

Peristiwa tragis yang menimpa korban, yang merupakan warga Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terjadi di Distrik Ilu, Kamis (12/2) sekitar pukul 13.00 WIT. Saat itu, korban yang berprofesi sebagai pengusaha/peritel tengah membersihkan bagian depan rumah tokonya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiba-tiba sekelompok orang yang diduga merupakan KKB datang dengan mengendarai sepeda motor. Tanpa peringatan, pelaku langsung melepaskan tembakan ke arah korban. Tembakan dilaporkan mengenai bagian kepala korban.

Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Puncak Jaya di Kota Mulia untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, akibat luka tembak yang cukup parah, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis.

Baca juga:

Mabes TNI Pegang Kendali Penumpasan KKB Papua Pasca Penembakan Pesawat Smart Air



Korban mengalami luka tembak di bagian leher kiri yang tembus ke rahang kanan. Ia sempat dirawat di RS Mulia, tapi belum sempat menjalani operasi karena kondisi medis belum stabil akibat pendarahan dan pembengkakan.

“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya Ahmad Gunawan. Tim masih melakukan pendalaman terhadap identitas dan jaringan pelaku. Identitas sudah kami kantongi, tapi belum dapat kami sampaikan demi kepentingan penyidikan,” jelas Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Sabtu (14/2).

Ia memastikan kelompok pelaku di Puncak Jaya berbeda dengan yang beroperasi di Korowai maupun Yahukimo.

“Kami tegaskan, ini kelompok yang berbeda dan penanganannya dilakukan secara terpisah sesuai karakteristik wilayah operasinya,” pungkasnya.(knu)

Baca juga:

KKB Papua Kembali Berulah Bakar Puskesmas Kiwirok, Berujung Kontak Senjata

Baca Artikel Asli