Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kisah Tukang Tambal Ban asal Semarang Naik Haji berkat Bantuan Pemerintah Indonesia dan UEA

Dwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026

MERAHPUTIH.COM - PENYELENGGARAAN Haji 2026 memunculkan kisah perjuangan para jemaah. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengunjungi Haji Sulaji, jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M asal Kota Semarang, di lapak tambal ban yang selama ini menjadi sumber penghidupannya.

Sejak mendaftar haji pada 2014, Sulaji dengan tekun menyisihkan penghasilannya sebagai tukang tambal ban untuk mewujudkan cita-cita berhaji.

Selama masa tunggu keberangkatan, ia juga mengikuti arisan sebagai bagian dari ikhtiarnya mempersiapkan biaya pelunasan. Saat memasuki tahap pelunasan, masih terdapat kekurangan dana sehingga ia harus meminjam untuk memenuhi kewajiban tersebut demi dapat memenuhi panggilan Allah SWT pada musim haji 1447 H/2026 M.

Wamenhaj mengatakan Kemenhaj mendata sejumlah jemaah dengan kisah perjuangan yang inspiratif dan punya semangat yang luar biasa dalam menunaikan rukun Islam kelima. Salah satunya ialah Sulaji yang selama lebih dari satu dekade berikhtiar dengan penuh kesabaran dan ketulusan.

Baca juga:

Layanan Haji Selama Berada di Kota Suci Makkah Ditutup, Seluruh Jemaah Sudah di Madinah


“Kami memastikan para jemaah yang telah berjuang dengan penuh keikhlasan dapat menjalani kehidupan setelah haji dengan lebih tenang,” ujar Dahnil dalam keterangannya, Kamis (24/6).

Ia menjelaskan, melalui kolaborasi pemerintah Indonesia dan pemerintah Persatuan Emirat Arab, bantuan diberikan kepada Sulaji sehingga kewajiban yang masih dimilikinya dapat diselesaikan. “Melalui kolaborasi pemerintah Indonesia dan pemerintah Persatuan Emirat Arab, kami dapat membantu beliau sehingga kini Pak Haji Sulaji dapat menjalani kehidupan sebagai seorang haji dengan lebih tenang tanpa dibayangi kewajiban yang masih tersisa,” kata Dahnil.

Menurut Dahnil, kehadiran negara harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, terutama mereka yang telah menunjukkan semangat, kerja keras, dan ketulusan dalam beribadah.

“Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan kepedulian harus terus dijaga sebagai bagian dari nilai luhur bangsa,” pungkasnya.(knu)

Baca juga:

135 Ribu Jemaah Haji Sudah Pulang ke Indonesia, Kemenhaj Kembali Imbau Soal Air Zamzam





Baca Artikel Asli