Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Kisah Persatuan Menyelamatkan Bayi dari Reruntuhan Gempa Kolombia

Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026

MERAHPUTIH.COM — GEMPA bumi 7,4 magnitudo mengguncang Kolombia, Senin (10/8) pagi. Brian Osorio Zuluaga bergegas keluar dari kantornya di Cali setelah gempa mengguncang. Tujuannya ialah pulang. Dengan segera, ia memacu sepeda motornya. Namun, pemandangan sebuah gedung hunian lima lantai yang runtuh membuatnya menghentikan laju kendaraannya.

Dia mendekati reruntuhan dan mulai berteriak ke arah puing-puing untuk mencari korban yang masih hidup. Padahal, saat itu, ada peringatan mengenai kemungkinan kebocoran gas. Tiba-tiba, ia meminta orang-orang di sekitarnya untuk diam. Suara samar terdengar dari balik reruntuhan, hampir seperti bisikan.


Menyelamatkan Bayi dari Reruntuhan




“Bangunan itu merupakan kompleks besar yang mencakup seluruh blok,” kata Zuluaga, dikutip CNN.

Gempa tersebut merupakan yang terkuat yang melanda Kolombia dalam lebih dari satu dekade. Guncangan gempa nan dahsyat membuat para penghuni serta warga di sekitar gedung La Torres del Limonar berhamburan ke jalan. “Banyak dari mereka masih mengenakan pakaian tidur atau piyama; sebagian menangis, sedangkan yang lain masih dalam keadaan terguncang,” kata Osorio.

Baca juga:

Kolombia Tetapkan Status Darurat setelah Gempa Tewaskan Ratusan Orang dan Banyak Lainnya Terjebak Reruntuhan



Zuluaga bercerita dia dan beberapa orang lainnya mulai memindahkan puing-puing dengan tangan untuk mencapai keduanya. Namun, sebuah lempengan beton besar menghalangi jalan mereka.

“Ya, saya di sini. Saya bersama seorang bayi,” jawab suara seorang pria.

Secara spontan ia bersama beberapa orang di lokasi tersebut berusaha menjangkau dan menolong pria tersebut. “Pada percobaan pertama, kami tidak mampu mengangkatnya. Kami semua mengangkatnya bersama-sama. Satu, dua, tiga, angkat,” katanya.

Namun, lempengan beton itu terlalu berat untuk disingkirkan begitu saja. Zuluaga khawatir masih ada orang lain yang terjebak di bawahnya. Beberapa relawan menahan lempengan tersebut tetap terangkat, sedangkan yang lain membersihkan jalan menuju bayi.

“Anda bisa melihat kepala kecil bayi itu di sana. Saat itu warnanya terlihat agak keunguan karena dia tidak bisa bernapas. Begitu kami mulai menyingkirkan puing-puing, bayi itu mulai bernapas, dan warna kulitnya mulai kembali,” kenangnya.


Baca juga:

RS Penuh dan Rusak, 880 Korban Gempa Dahsyat Kolombia Butuh Perawatan Medis


Persatuan yang Menguatkan





Video penyelamatan dramatis yang direkam Osorio memperlihatkan bayi mungil mengenakan pakaian terusan yang dipenuhi debu ditarik keluar dari reruntuhan dengan hati-hati. Seorang pria dengan lengan berlumuran darah terlihat terbaring dalam posisi miring dan masih setengah terjebak di bawah sebuah balok beton.

Zuluaga mengatakan bayi laki-laki itu kemudian diserahkan kepadanya dan ia memberikannya kepada seorang polisi, yang kemudian membawanya ke ambulans. Setelah itu, mereka beralih membantu membebaskan pria yang masih terjebak.

Di antara reruntuhan, Zuluaga mengatakan ia melihat pakaian, sepatu, dan sebuah boneka binatang yang tertutup debu. Ia membayangkan orang-orang yang mungkin masih terjebak di sana. “Semua pikiran itu terlintas di kepala Anda,” katanya.

Keberanian semua orang yang bergegas memberikan pertolongan itulah yang menyelamatkan nyawa pria dan bayi tersebut. “Persatuan merupakan kekuatan, karena tidak ada satu orang pun yang bisa mengangkat potongan reruntuhan itu sendirian. Ukurannya sangat besar. Amat sangat berat,” katanya.

Zuluaga bisa saja memilih untuk berlanjut dengan kendaraannya tanpa memedulikan para korban. Namun, ia punya pendapat berbeda.

“Lebih baik bertindak daripada hanya berdiri diam. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, semuanya berarti,” tegasnya.(dwi)

Baca juga:

Kolombia Digoyang Gempa Magnitudo 7,4, Korban Tewas Mencapai 132 Orang dan Banyak yang masih Terjebak

Baca Artikel Asli