MerahPutih.com - Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mengaku kasihan terhadap sejumlah pegawai yang demosi atau penurunan jabatan oleh l Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat perombakan besar-besaran 1.125 pejabat di lingkungan Pemprov DKI pada Senin 25 Februari lalu.
"Terlalu banyak itu yang pertama. Saya melihat Camat jadi Sekretaris Camat. Demosi ini juga yang mau saya sikapi. Mereka kan mengawali karier dari bawah ke atas. Jadi kasian gitu," ujarnya di kawasan Menteng, Sabtu (2/3).
Adapun jika dari para jajaran tersebut memiliki kesalahan secara struktural, menurut Prasetyo, harusnya di tanggapi mulai dari teguran dahulu. Jadi tidak langsung mencopot.
"Kalo mereka punya permasalahan kan harus ada teguran dulu. Tapi ini langsung begitu saja tanpa mereka dipanggil dengan aturan ASN yang ada tapi main putusan aja," tuturnya.
Karena hal itu dirinya ingin bertemu langsung dengan pihak terkait dibidang kepegawaian untuk menanyakan persoalan tersebut.
"Saya akan bertanya kepada BKD, pak Sekda dan Gubernur soal permasalahan ini. Mungkin tidak secara spesifik panggil. Tapi saat rapat paripurna ketemu. Saya akan tanya secara formal dan informal itu," tutup Prasetyo.
Sebelumnya diberitakan, Anies Baswedan telah mengutak-atik 1.125 pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta pada Senin (25/2) lalu. Dalam perombakan itu, ada beberapa pegawai eselon II terdampak demosi alias penurunan jabatan.
Contohnya, bekas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Isnawa Adji menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Mantan Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan menjadi Staf SDA dan Kastpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu menjadi Asisten Deputi. (Asp)