Merahputih.com - Sebuah gerbang kayu berwarna cokelat berlapis besi di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kota Surakarta, biasanya hanya menjadi saksi bisu pengamanan ketat kediaman Presiden Joko Widodo.
Namun, belakangan ini, suasana di jagat maya berubah riuh setelah titik koordinat rumah orang mantan nomor satu di Indonesia tersebut mendadak menyandang label 'Tembok Ratapan Solo' pada aplikasi Google Maps. Sontak, hal ini langsung viral di jagat maya.
Kegemparan ini bermula dari unggahan akun Instagram @jakarta.keras yang menampilkan tangkapan layar perubahan nama lokasi tersebut.
Baca juga:
Jokowi Dukung UU KPK Dikembalikan Sebelum Direvisi, DPR: Ada Andil Jokowi Diperubahan
Tak hanya sekadar label teks, sebuah potongan video pendek memperlihatkan aksi seorang pemuda yang berdiri khidmat sembari menyentuh gerbang rumah sang Presiden ke-7, seolah tengah melakukan ritual pengaduan nasib.
“Akal-akalan siapa ini nder,” tulis akun @jakarta.keras dalam keterangan unggahannya yang langsung memicu ribuan interaksi dari para pengguna media sosial.
Gelombang Meme dan Validasi Warganet
Fenomena unik ini segera memicu efek bola salju di berbagai platform digital. Warganet di Instagram hingga TikTok berlomba-lomba membuka aplikasi navigasi mereka sendiri untuk membuktikan kebenaran label "Tembok Ratapan" tersebut.

Hasilnya, tangkapan layar serupa membanjiri lini masa, memperkuat tren pencarian lokasi kediaman Jokowi dengan kata kunci yang nyeleneh.
Gelombang komentar tak pelak dibanjiri oleh berbagai meme kreatif. Beberapa warganet mengekspresikan rasa geli mereka melalui gambar-gambar jenaka yang menggambarkan tempat tersebut sebagai lokasi baru untuk menumpahkan segala keluh kesah kehidupan.
Eksistensi Digital yang Belum Terhapus
Hingga Selasa (17/2) pukkul 18.58 WIB, label "Tembok Ratapan Solo" terpantau masih eksis dan bisa ditemukan oleh pengguna internet.
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Ungguli SBY, Jokowi Ditunjuk Jadi Watimpres di Era Prabowo
Fenomena ini menambah daftar panjang aksi "vandalisme digital" yang sering menyasar titik-titik penting di Google Maps.
Meski demikian, belum ada keterangan resmi mengenai siapa pihak yang pertama kali menyematkan nama tersebut atau alasan di balik penggunaan istilah yang identik dengan situs suci di Yerusalem itu. (Tka)