Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Kenali Tips Berdonasi Aman dan Tepat Sasaran

Raden Yusuf Nayamenggala - Senin, 10 Januari 2022

DUA orang peneliti sekaligus praktisi ilmu sosial alumni Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI), Garnadi Walanda Dharmaputra dan Prihandoko, menggagas sebuah gerakan yang bertajuk #CerdasBerdonasi.

Gerakan tersebut mengusung slogan 'Ayo teliti. Awas Manipulasi'. Gerakan #CerdasBerdonasi memiliki tujuan untuk mengajak masyarakat agar lebih teliti serta hati-hati sebelum berdonasi atau memberi sumbangan.

Baca Juga:

NOAH Berikan Donasi untuk Para Crew Band Indonesia yang Terdampak Pandemi

"Ini sebuah gerakan bersama agar kita saling mengingatkan," ujar Garnadi seperti yang dikutip dari laman Antara.

Dibutuhkan ketelitian dalam berdonasi (Foto: pixabay/tumisu)

Menurut Garnadi, #CerdasBerdonasi bergerak pada sejumlah kanal media sosial. dari mulai Instagram, TikTok, Twitter, hingga Facebook.

Melalui sejumlah kanal tersebut, #CerdasBerdonasi mencoba mengingatkan sekaligus mengedukasi publik melalui konten berisi sejumah informasi dan tips soal berdonasi aman dan tepat sasaran, termasuk perihal aturan hukum pengumpulan sumbangan dan donasi.

"Kami berupaya untuk terus menyampaikan bahwa teliti serta cek dan ricek sebelum menyumbang merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan calon donatur," jelas Garnadi.

Baca Juga:

Berkreasi Sambil Donasi Bareng Seniman Mural Darbotz

Kemudian, Garnadi pun menyampaikan, bahwa ada sejumlah hal yang perlu dilakukan oleh masyarakat yang ingin berdonasi atau menyumbang, yakni ketelitian, kewaspadaan, serta cek dan ricek.

Kenali tips aman berdonasi agar sumbangan tidak disalahgunakan (Foto: pixabay/mohamed_hassan)

Seperti contohnya menyumbang ke pengemis di jalanan, pengasuh yayasan yang berkeliling dari rumah ke rumah, dan lembaga-lembaga donasi yang membuka penggalanan dana secara online.

Namun, Garnadi menjelaskan bahwa sikap tersebut jangan diartikan kita menaruh curiga terhadap peminta sumbangan atau penggalangan donasi, melainkan menjadi semacam benteng agar masyarakat tak terjebak sejumlah kepentingan yang bersembunyi di balik upaya menjaring simpati lewat ajakan berdonasi.

Sementara itu, Prihandoko menambahkan, bahwa selama ini banyak sekali anggapan bahwa yang terpenting dalam berdonasi ialah niat dan ikhlas. Menurut Prihandoko anggapan itu sangat tepat, tapi alangkah baiknya jika niat dan ikhlas diikuti sikap teliti dan waspada, agar sumbangan tidak disalahgunakan.

"Sayang sekali kalau niat mulia untuk membantu sesama ternyata tak sampai ke tangan si penerima," jelas Prihandoko. (Ryn)

Baca Juga:

Giring Ajak Masyarakat Donasi lewat Gerakan #SumbangSuara

Baca Artikel Asli