Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kemenag Evaluasi Keamanan Madrasah setelah Ledakan di MAN 3 Padang, Publik Diminta tak Berspekulasi

Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026

MERAHPUTIH.COM - WAKIL Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menegaskan pemerintah masih menunggu hasil investigasi aparat penegak hukum untuk mengetahui penyebab pasti ledakan di MAN 3 Padang. Menurutnya, berbagai spekulasi yang muncul di ruang publik justru berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Ia mencontohkan kasus serupa yang pernah terjadi di Jakarta. Saat itu, peristiwa tersebut sempat dikaitkan dengan aksi radikalisme. Namun, hasil penyelidikan menunjukkan pelaku memiliki persoalan psikologis, bukan motif ideologi.

“Peristiwa seperti di MAN 3 Padang harus ditelusuri terlebih dahulu sebelum diberikan kesimpulan. Kita perlu mengetahui apa yang sebenarnya memicu kejadian tersebut,” kata Syafii kepada wartawan, Rabu (15/7).


Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi pelajaran agar publik tidak terburu-buru menyimpulkan motif sebuah peristiwa hanya berdasarkan dugaan atau informasi yang belum terverifikasi.

Baca juga:

Pelajar MAN 3 Padang yang Ledakkan Bom di Sekolahnya Diduga Korban Bullying hingga Kerap Menyendiri


Syafii juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang memanfaatkan insiden tersebut untuk membangun narasi yang dapat mengganggu situasi kondusif.

Kita mengingatkan semua pihak untuk melihat peristiwa ini secara utuh, bukan mengambil kesimpulan berdasarkan perasaan atau informasi yang belum jelas.

Romo Muhammad Syafii, Wakil Menteri Agama (Wamenag)



Selain menunggu hasil penyelidikan, Kemenag memastikan akan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di lingkungan madrasah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan peserta didik tetap terjaga sehingga proses belajar-mengajar dapat berlangsung tanpa gangguan.

Kemenag menegaskan perlindungan terhadap hak siswa untuk belajar dengan aman menjadi prioritas. “Ini sekaligus memastikan lingkungan madrasah tetap kondusif dalam mendukung masa depan para peserta didik,” tutup dia.

Bom rakitan berdaya ledak rendah (low explosive) meledak di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang, Sumatra Barat, pada Selasa (14/7).

Aksi nekat ini dilakukan seorang siswa kelas XII berinisial R, 17 tahun, yang didasari motif dendam karena mengaku telah menjadi korban perundungan (bullying) selama bertahun-tahun di lingkungan sekolah tersebut.(knu)

Baca juga:

Densus 88 Temukan Anak Panah dan Pisau dari Siswa MAN 3 Padang, Diduga Gabung Group Daring Radikal

Baca Artikel Asli