Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Kembali Bekerja di Usia 30 Tahun ke Atas, Ini Kuncinya

Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Juni 2023

KEMBALI bekerja setelah memutuskan untuk resign di usia 30 tahun ke atas, tidak semudah mendaftar kerja ketika masih berstatus fresh graduate. Biasanya hal ini dialami oleh para perempuan yang berencana kembali ke dunia kerja, setelah beristirahat sementara waktu karena harus mengurus anak dan keluarga.

Praktisi bidang sumber daya manusia (human resources) Vina Muliana mengatakan koneksi yang terjalin baik, misalnya dengan mantan atasan atau para kolega di bidang pekerjaan sebelumnya, menjadi salah satu hal penting yang dimiliki bagi mereka yang ingin kembali bekerja di usia 30 tahun-an setelah rehat.

"Biasanya ketika sudah 30 tahun ke atas, kita masuk kerja, boleh apply lewat job portal tetapi juga harus connecting sama koneksi yang sebelumnya kita punya, mantan bos lah, teman dan sebagainya," kata Vina dalam sesi wawancara eksklusif bersama kreator dan merchant TikTok dari Asia Tenggara, seperti dilansir laman Antara, Kamis (15/6).

Baca juga:

Pentingnya Open Minded Bagi Lulusan Baru

Kembali ke dunia kerja di usia 30 tahun ke atas cukup tricky. (Foto: Unsplash/Christina @ wocintechchat.com)

Menurut Vina yang juga konten kreator di berbagai media sosial itu, biasanya saat seseorang berada di usia 30 tahun ke atas, dia tak bisa semata mengandalkan penyedia jasa pencari kerja semata.

"Selalu maintain koneksi karena ketika di level 30 tahun ke atas, biasanya kita masuk kerja bukan lagi cuma apply-apply via job portal. Itu sudah beda geng," tutur dia.

Selain mengenai koneksi, sambung Vina, sebelum kembali ke dunia kerja, seseorang juga perlu meningkatkan kompetensinya seperti mengikuti kursus-kursus atau pelatihan misalnya secara daring serta menyiapkan rencana misalnya terkait bidang pekerjaan yang akan digeluti.

Baca juga:

Pekerja Lepas Harus Memiliki Bekal Pemahaman Diri

Penting juga menambahkan skill kerja baru untuk dimasukkan dalam CV. (Foto: Unsplash/Van Tay Media)

Lebih lanjut Vina berpendapat, apabila hal-hal ini diterapkan, maka peluang untuk kembali masih sangat mungkin atau terbuka.

Kemudian, kala kesempatan bekerja kembali datang, seseorang sebaiknya memberikan batasan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan, seperti halnya sebelum berkeluarga.

"Harus bisa pilih-piih jubah. Ketika dia di rumah pakailah jubah dia sebagai seorang istri, ibu. Tetapi jubah itu harus dilepas ketika sudah di kantor dan sebaliknya," tukas Vina. (*)

Baca juga:

6 Pertanda Posisimu di Kantor Mulai Terancam

Baca Artikel Asli