MerahPutih.com - Memasuki masa pensiun bukan berarti seseorang harus berhenti produktif.
Pengalaman, keterampilan, dan jaringan yang dibangun selama bertahun-tahun bekerja masih dapat menjadi modal untuk menjalani aktivitas baru setelah purna tugas.
Founder Restorasi Jiwa Indonesia (RJI) Syam Basrijal mengatakan, masa transisi setelah pekerjaan utama berakhir perlu dipersiapkan secara matang, terutama dari sisi mental dan kemampuan beradaptasi.
Hal itu disampaikan Syam dalam Focus Group Discussion (FGD) Narasraya di Hotel RA Suites Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8).
Pengalaman Kerja Bisa Jadi Modal Baru
Menurut Syam, pengalaman kerja tidak seharusnya berhenti menjadi catatan masa lalu.
Berbagai kemampuan yang terbentuk selama bekerja, seperti disiplin, kemampuan menghadapi tekanan, membaca situasi, membangun relasi, dan menjaga integritas, dapat dikembangkan menjadi modal untuk menjalani aktivitas produktif berikutnya.
“Yang perlu diubah bukan karakternya, tetapi paradigma berpikirnya,” kata Syam.
Ia menilai seseorang yang memasuki masa purna tugas tidak harus selalu mencari pekerjaan formal baru.
Pengalaman yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi usaha, jasa profesional, kegiatan konsultasi, mentoring, maupun aktivitas lain sesuai kompetensi masing-masing.
Baca juga:
Persiapan Pensiun Perlu Dimulai Sejak Aktif Bekerja
Karena itu, persiapan menghadapi masa pensiun sebaiknya tidak baru dilakukan ketika seseorang sudah berhenti bekerja.
Pengembangan keterampilan, jaringan, dan rencana aktivitas berikutnya perlu mulai dibangun sejak masih aktif bekerja.
Syam menyebut growth mindset, ownership, opportunity thinking, value creation, dan adaptive learning sebagai pola pikir yang penting dalam menghadapi perubahan tersebut.
“Pengalaman itu telah membentuk sejumlah modal karakter yang sangat berharga untuk memasuki dunia profesional maupun kewirausahaan,” ujarnya.
Baca juga:
Ketika Pedagang-Pedagang UMKM Berusia Lanjut di Laweyan Go Digital
Purna Tugas sebagai Fase Menciptakan Nilai
Menurut dia, masa pensiun dapat menjadi kesempatan untuk mengubah pengalaman menjadi manfaat baru.
Seseorang tidak lagi hanya berorientasi pada pekerjaan dan penghasilan, tetapi juga dapat menciptakan nilai melalui pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang telah dimiliki.
Dengan demikian, purna tugas bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan fase baru untuk menjalani aktivitas yang tetap memberi manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan.
Profesi boleh berubah, tetapi integritas, disiplin, dan karakter harus tetap menjadi fondasi,
Founder Restorasi Jiwa Indonesia (RJI), Syam Basrijal.
(Knu)

