MerahPutih.com - Komisi V DPR RI meminta Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera melakukan investigasi menyeluruh atas kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
“Kita minta KNKT langsung turun ke lapangan dan memastikan investigasi tuntas terkait penyebab kecelakaan ini,” ujar Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda saat dihubungi, Selasa (28/4).
Selain investigasi, Huda juga meminta pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka.
Ia menekankan pentingnya penanganan medis dan santunan bagi para korban dilakukan secara maksimal.
Baca juga:
“Baik tujuh korban meninggal maupun puluhan korban luka yang dirawat, seluruh pembiayaan dan santunan harus ditanggung pemerintah,” katanya.
Huda menilai, kecelakaan tersebut tidak terlepas dari persoalan klasik perlintasan sebidang yang hingga kini belum tertangani secara optimal.
Berdasarkan informasi awal, insiden dipicu oleh kendaraan mogok di jalur rel yang kemudian tertabrak rangkaian kereta.
“Kita masih punya PR besar soal perlintasan sebidang,” kata Huda.
Baca juga:
Jenguk Korban Tabrakan Kereta di RSUD Bekasi, Presiden Prabowo Prihatin dan Terkejut
Ia mengatakan, jumlah perlintasan sebidang di Indonesia sangat banyak, terutama di jalur padat seperti Jakarta–Surabaya. Namun, pengelolaannya belum optimal.
Menurutnya, tidak semua perlintasan memiliki petugas. Selain itu, kondisi jalan yang tidak rata dengan rel juga sering menyulitkan kendaraan melintas.
Dia menegaskan, kecelakaan kereta api di Indonesia kerap terjadi di perlintasan sebidang. Karena itu, pembenahan harus menjadi prioritas.
Sedangkan untuk jangka pendek, Huda mendorong penempatan petugas di setiap perlintasan. Jika belum memungkinkan, ia mengusulkan keterlibatan relawan dari pemerintah daerah.
Baca juga:
Tabrakan Maut Kereta Bekasi, Menhub: Ini Jadi Pelajaran Penting Bagi KAI
“Yang penting ada petugas atau relawan yang memastikan lintasan aman,” ujarnya.
Menurut Huda, keberadaan petugas bisa membantu mengatasi situasi darurat, seperti kendaraan mogok di rel, agar segera dievakuasi.
Ia berharap, langkah-langkah tersebut dapat menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang dan meningkatkan keselamatan pengguna transportasi kereta api. (Pon)