Kapitra Ampera Bocorkan Alasan Reuni 212 Akan Ditolak Masyarakat

Jumat, 23 November 2018 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - Mantan Pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera menyebut tidak akan ada upaya penggembosan reuni 212 yang akan digelar di Monumen Nasional, Minggu (2/12). Justru yang ada resistensi masyarakat.

"Tidak ada itu (upaya penggembosan). Yang ada resistensi masyarakat atas reuni. Mana pernah ada di dunia reuni atas demonstrasi, ini aneh," kata Kapitra, Jumat (23/11).

Hal itu dikatakan Kapitra setelah PA 212 mengklaim ada sejumlah peserta yang dihalang-halangi untuk ikut reuni akbar 212. Aktivis 212 yang kini menjadi Caleg PDIP itu menjelaskan alasan kenapa banyak masyarakat menolak reuni tersebut.

"Pertama konteksnya berbeda, dulu kita murni bela agama dari penistaan, kedua konteks timing tidak tepat karena ini masa kampanye politik," terang Kapitra.

Aksi 212 Jilid II. Foto: Merahputih.com / Derry Ridwansah

Menurutnya, reuni 212 kini sudah sarat dengan kepentingan politik dukung-mendukung pasangan calon tertentu. Padahal 212 itu bukan milik kelompok tertentu tetapi milik semua umat Islam yang ikut aksi 212.

"Orang akan mengaitkan seolah-olah 212 itu milik kelompok Prabowo-Sandi padahal mereka tidak punya track record membela Islam. Kenapa tiba-tiba dukungan ke sana, sudah keluar konteks lalu mendukung mereka itu resistensi dari masyarakat," tukasnya.

Alasan lainya, masyarakat sudah jengah dengan kegaduhan politik sehingga muncul resistensi. Menurutnya, bisa saja reuni 212 dimanfaatkan pihak ketiga untuk menciptakan kegaduhan dengan cara sabotase, menyebar hoaks dan berita fitnah.

"Ini kan masa kampanye, gampang gaduh. Dan banyak orang yang mengincar indonesia turbulensi politik sehingga mereka bisa menguasai, menjadi alasan masuk ke dalam Indonesia," tutur dia.

Sebelumnya, panitia Reuni 212 mengklaim ada banyak peserta yang dihalangi pihak tertentu berangkat ke Jakarta untuk meramaikan aksi tersebut. Namun, PA 212 tidak menjelaskan detail siapa yang berupaya menghalangi massa berangkat ke Jakarta. (Fdi)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan