MERAHPUTIH.COM — FLAVIO Bolsonaro menegaskan dirinya ialah pemimpin sah Brasil, Rabu (28/10). Kandidat presiden sayap kanan Brasil yang kalah itu telah melarikan diri ke Amerika Serikat untuk memulai pengasingan diri.
Sikap membangkang Bolsonaro yang ditunjukkan setibanya di Florida mengisyaratkan pergolakan yang terus berlanjut bagi Brasil. Di negara itu, tokoh sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva memenangi pemilu putaran kedua yang dramatis pada Minggu (25/10).
"Saya ialah presiden terpilih. Para kriminal yang mencuri pemilu Brasil ialah bagian dari organisasi kriminal yang telah mendirikan tirani," ujar Bolsonaro dalam pernyataan yang diunggah di akun X miliknya, seraya mengecam kecurangan pemilu.
"Saya akan memimpin oposisi dari sini," katanya. Dalam pernyataan berikutnya, ia merevisi klaimnya dengan menyebut dirinya sebagai ‘pemimpin’, bukan ‘presiden’.
Bolsonaro, 45, mendarat Rabu pagi menggunakan jet pribadi di Bandara Eksekutif Opa-Locka di dekat Miami.
Rogerio Marinho, pemimpin Partai Liberal pendukung Bolsonaro di Senat, menyampaikan kepada para wartawan di Brasilia bahwa ia menunjukkan solidaritas terhadap mantan kandidat tersebut dan menggambarkannya sebagai seorang dalam pengasingan politik. Namun, ia menjaga jarak dari pernyataan Bolsonaro dan menolak mendukung klaim kecurangan pemilu tersebut.
"Partai Liberal tidak dapat membuat klaim tersebut. Tidak ada bukti mengenai hal itu. Flavio Bolsonaro merupakan representasi dari kelompok sayap kanan di Brasil saat ini. Ia menyebut dirinya seorang pemimpin dan itu benar: dia seorang pemimpin," kata Marinho, dikutip BBC.
Baca juga:
Lula da Silva Menang Pilpres Brasil, Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat
Pemerintahan sayap kanan Presiden AS Donald Trump memiliki hubungan yang kuat dengan Bolsonaro dan ayahnya, Jair Bolsonaro, yang saat ini berada dalam tahanan rumah di Brasil setelah berupaya membatalkan kekalahannya dalam pemilu melawan Lula pada 2022. Trump menegaskan kembali pandangannya bahwa pemilu Brasil sangat aneh, tetapi menyampaikan kepada wartawan bahwa ia tidak akan campur tangan terkait dengan klaim kepemimpinan presiden oleh Flavio Bolsonaro.
Rincian mengenai bagaimana Bolsonaro berhasil sampai ke tanah AS masih terus bermunculan. Bolsonaro didampingi istri dan anak-anak perempuannya.
Di negara asalnya, Bolsonaro tengah dalam penyelidikan atas dugaan korupsi dan pencucian uang. Karena imunitas parlementernya saat ini akan segera berakhir, ia telah diperintahkan untuk menyerahkan paspornya. Meski begitu, ia tetap pergi melintasi Argentina dan Ekuador hingga mencapai Amerika Serikat.
Sebuah sumber kepolisian mengonfirmasi kepada AFP bahwa paspor Brasil dan paspor diplomatik milik Bolsonaro telah dicabut. Namun, senator tersebut juga memegang kewarganegaraan Italia sejak 2023.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (US Department of Homeland Security) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa anggota keluarga Bolsonaro telah diperiksa dan dinyatakan lolos sesuai dengan hukum dan prosedur imigrasi yang berlaku.
Larangan bepergian tersebut sebelumnya dikeluarkan oleh Hakim Agung Mahkamah Agung Brasil yang berpengaruh, Alexandre de Moraes, yang memimpin kasus melawan ayah Bolsonaro dan merupakan sosok kontroversial yang dibenci kelompok sayap kanan Brasil.
Baca juga:
Tindakan 'Memalukan'
Lula, yang memenangi pemilu pada Minggu dengan 51,8 persen suara, menyebut kepergian Bolsonaro sebagai tindakan yang memalukan.
"Seseorang yang kabur secara sembunyi-sembunyi dari negaranya pasti memiliki sesuatu yang disembunyikan," ujar Lula di Brasilia saat perayaan ulang tahunnya yang ke-81 pada Selasa.
Namun, kepolisian Brasil mengeluarkan pernyataan pada Rabu bahwa ia tidak dianggap sebagai buronan. Kontroversi juga muncul di negara tetangga, Argentina, dengan para anggota parlemen oposisi menuntut penjelasan tentang bagaimana Bolsonaro berhasil transit melalui negara mereka.
Meskipun otoritas Argentina menyatakan bahwa ia membawa dokumen perjalanan yang sah, para pejabat telah meminta Kepala Staf Kepresidenan (chief of cabinet) Diego Santilli untuk memberikan rincian kepada parlemen, menurut anggota parlemen oposisi Agustin Rossi.
Kasus Kecurangan
Kasus kecurangan yang paling menonjol terhadap Bolsonaro di Brasil berfokus pada film biopik yang belum dirilis berjudul Dark Horse, yang dibintangi aktor AS Jim Caviezel sebagai Jair, ayah Flavio.
Pada Mei, media Intercept Brasil mengungkap rekaman suara yang menunjukkan Flavio Bolsonaro bernegosiasi sebesar USD 24 juta untuk mendanai film tersebut dengan bankir Daniel Vorcaro, yang saat ini dipenjara atas salah satu kasus kecurangan terbesar dalam sejarah Brasil. Sebelum kebocoran tersebut, Flavio Bolsonaro membantah mengenal Vorcaro atau membantah bahwa Vorcaro telah mendanai film tersebut.
Pada Juli, Mahkamah Agung memerintahkan penyelidikan terhadap pendanaan film tersebut, serta apakah ada keterlibatan korupsi, pencucian uang, atau lalu lintas mata uang ilegal.
Bolsonaro akhirnya mengakui bahwa Vorcaro mendanai film tersebut, tetapi menegaskan bahwa itu merupakan kesepakatan bisnis swasta yang sepenuhnya legal.(dwi)
Baca juga: