Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Jerry Aurum Konsumsi Ganja, ini Efeknya buat Tubuh dan Pikiran

Dwi Astarini - Rabu, 26 Juni 2019

MANTAN suami penyanyi Denada, Jerry Aurum, ditangkap pihak kepolisian karena kasus narkoba. Pria yang juga merupakan fotografer profesional itu ditangkap pada 19 Juni. Dari tangan Jerry, polisi menyita narkoba jenis ekstasi, ganja, juga tembakau gorilla.

Dari ketiga jenis narkoba itu, ganja merupakan yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Seperti dilansir Hellosehat, survei oleh BNN menemukan bahwa pengguna ganja di tingkat pekerja sebanyak 956.002 orang, pelajar sebanyak 565.598 orang, dan rumah tangga sebanyak 460.039 orang.

Narkoba jenis ini juga dikenal dengan nama marijuana, cimeng, gele, dan pocong. Nama itu mengacu pada bunga, batang, biji, dan daun kering dari tanaman Cannabis sativa. Tanaman tersebut mengandung zat pengubah akal sehat delta-9 tetrahydrocannabiol (THC) dan senyawa lain yang terkait.

Orang-orang menggunakan ganja kering/marijuana biasanya memasukannya ke lintingan rokok atau ke pipa (bong). Pengguna juga terkadang mengosongkan tembakau pada rokok dan diisi dengan marijuana. Untuk menghindari asap yang dihasilkan, pengguna akan menggunakan alat penguap (vaporizer) yang juga sering disebut bong.

Alat itu dapat menarik zat-zat aktif, termasuk THC dari ganja, dan mengumpulkan uap di unit penyimpanan. Pengguna narkotika jenis ini menghirup uapnya, bukan asapnya.


Efek jangka pendek

woman
Pemakai ganja akan mengalami kesulitan berpikir. (foto: pixabay/geralt)

Ketika pengguna merokok ganja, THC akan cepat melewati paru-paru menuju aliran darah. Darah akan membawa bahan kimia tersebut ke otak dan organ-organ lain di seluruh tubuh. Tubuh akan menyerap THC lebih lambat ketika terdapat aktivitas makan atau minum. Oleh karena itu, efeknya akan terasa setelah 30 menit hingga 1 jam setelah pemakaian.

THC bekerja pada reseptor sel otak tertentu yang biasanya akan bereaksi terhadap zat alami yang mirip dengan THC di dalam otak. Zat-zat tersebut memiliki peran dalam perkembangan dan fungsi otak. Ganja akan memaksakan fungsi bagian otak yang mengandung jumlah tertinggi pada reseptor tersebut. Hal itu akan menyebabkan pengguna merasakan high dan mengalami beberapa efek lainnya, seperti:

- Perubahan kesadaran terhadap waktu

- Perubahan suasana hati

- Gerakan tubuh terganggu

- Kesulitan berpikir dan memecahkan masalah

- Gangguan terhadap daya ingat

Gangguan Serius untuk Penggunaan Jangka Panjang

depressed
Pemakaian ganja dalam jangka panjang menyebabkan gangguan mental. (foto: pixabay/ryanmcguire)


Saat mengonsumsi ganja, pengguna akan merasakan penurunan daya pikir, memori, dan fungsi belajar serta kinerja otak yang terpengaruh. Efek ganja untuk tersebut akan bertahan lama atau bahkan permanen.

Selain itu, jika digunakan dalam jangka panjang dan dosis yang tinggi, ganja juga dapat menyebabkan efek fisik dan mental.

- Gangguan pernapasan.

Asap ganja dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru yang memicu batuk berdahak, sakit paru-paru hingga infeksi paru-paru.

- Meningkatkan denyut jantung.

Marijuana dapat meningkatkan denyut jantung setelah 3 jam merokok. Hal itu dapat menyebabkan serangan jantung.

- Gangguan pada bayi.

Penggunaan ganja semasa kehamilan dapat memengaruhi otak dan perilaku pada bayi.

- Halusinasi, paranoia dan berpikir secara tidak teratur.

Pemakaian marijuana yang berkepanjangan dapat memengaruhi mental seseorang.(*)

Baca Artikel Asli