MerahPutih.com - Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali Radovan, berkomitmen untuk memperkuat kemitraan strategis di bidang transisi energi dan kerja sama sektor swasta di Indonesia.
Hal itu dikatakan Reem Alabali Radovan mengunjungi fasilitas manufaktur healthcare PT Bayer Indonesia di Cimanggis bersama Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono dan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste.
Kunjungan tersebut menyoroti peran Bayer sebagai perwujudan nyata sinergi Indonesia-Jerman dalam mendukung prioritas nasional, baik dalam agenda dekarbonisasi maupun penguatan industri kesehatan.
Baca juga:
Prabowo Bakal Luncurkan Ekosistem Motor Listrik Nasional di Pabrik ALVA Cikarang
Pabrik Bayer Cimanggis Perkuat Industri Lokal
Sebagai salah satu fasilitas manufaktur kesehatan strategis global Bayer, pabrik healthcare Cimanggis melayani kebutuhan domestik sekaligus mengekspor ke lebih dari 42 negara.
Melalui sambutannya, Reem Alabali Radovan menyampaikan bahwa Jerman dan Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
Fasilitas Bayer di Cimanggis menunjukkan bagaimana investasi berkelanjutan dan inovasi dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, mulai dari memajukan energi terbarukan dan memperkuat industri lokal, hingga memperluas kapabilitas manufaktur yang mendukung kesehatan ibu dan anak.
Upaya-upaya ini menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus berkontribusi pada pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan. Melalui kebijakan pembangunan, kami sedang membangun jembatan antarnegara mitra, yang bertujuan untuk merintis kemitraan baru secara bersama-sama dengan melibatkan perusahaan-perusahaan Jerman secara sistematis,
> ujar Alabali Radovan, Kamis (20/8).
Sementara itu, Dante menyampaikan, bahwa dirinya meyakini kehadiran Bayer di Indonesia sebagai contoh nyata dari kemitraan jangka panjang yang kokoh antara pemerintah dan sektor industri, yang secara langsung mampu mendorong prioritas kesehatan nasional.
“Melalui program nasional, Kementerian Kesehatan menargetkan untuk menjangkau 4,9 juta ibu hamil setiap tahunnya. Guna mewujudkan target ini, kita tentu memerlukan pasokan MMS yang berkualitas, andal, dan konsisten,” ujar Dante.
Baca juga:
Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik Berkapasitas 10.000 Unit di Magelang
Lalu, Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis, Priscilla Silvan Praritza menegaskan, bahwa kunjungan ini mencerminkan komitmen jangka panjang PT Bayer Indonesia untuk terus mendukung agenda pembangunan nasional.
Melalui inovasi dan investasi berkelanjutan, Bayer memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur produk kesehatan yang esensial bagi kebutuhan domestik maupun pasar global.
Bayer Dorong Manufaktur Lokal
Selama lawatannya, delegasi meninjau instalasi panel surya atap seluas 1,66 hektare dengan kapasitas 2.054 kWp.
Instalasi ini merupakan salah satu fasilitas tenaga surya terbesar di antara perusahaan farmasi multinasional di Indonesia, yang mampu menyuplai sekitar 43 persen kebutuhan energi fasilitas dan mereduksi emisi karbon hingga 2.073 ton CO₂ per tahun.
Selain aspek energi, delegasi juga meninjau fasilitas produksi Multiple Micronutrient Supplements (MMS). Dengan investasi Bayer sebesar Rp 99 miliar untuk lini produksi termasuk MMS dan R&D, Bayer memperkuat kapabilitas manufaktur lokal untuk memproduksi suplemen prenatal standar UNIMMAP yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial bagi ibu hamil.
Kapasitas produksi mencapai 1,2 miliar tablet MMS per tahun dalam kemasan botol dan blister guna mendukung prioritas pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. (Asp)