Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Jemaah Calon Haji Indonesia Wafat di Madinah, Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit

Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026

MerahPutih.com - Seorang jemaah calon Haji Indonesia meninggal di Arab Saudi, Minggu (3/5) kemarin.

Seorang jemaah calon haji Indonesia berinisial SMP (73) asal Embarkasi Kertajati kloter KJT-14, dilaporkan wafat setelah sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan saat berada di area bandara.

Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir mengatakan, bahwa jemaah tersebut mengalami penurunan kesadaran saat menjalani proses imigrasi di bandara.

“Begitu diketahui kondisinya menurun, petugas langsung melakukan penanganan dan jemaah dibawa ke klinik bandara,” ujar Abdul Basir di Madinah, Arab Saudi pada Senin (4/5).

Baca juga:

Jamaah Calon Haji Indonesia Diminta Fokus Ibadah, Hindari Risiko di Luar Agenda Resmi

Setelah mendapat penanganan di klinik bandara, jemaah tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat Madinah untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Namun, jemaah dinyatakan wafat setelah menjalani proses rujukan dan penanganan medis.

“Dari klinik bandara, jemaah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat Madinah untuk penanganan lebih lanjut. Namun, berdasarkan informasi yang kami terima, jemaah tersebut kemudian dinyatakan wafat,” jelasnya.

Abdul Basir menyampaikan, bahwa berdasarkan data awal, tidak ditemukan catatan khusus terkait riwayat penyakit jemaah tersebut.

Baca juga:

Kemenhaj Siap Depak PIHK yang Tak Patuh, Evaluasi Ketat Penyelenggaraan Haji 2026 Mulai Sasar Data Jemaah Gelap

Secara dokumen keberangkatan, almarhum juga telah memenuhi ketentuan istithaah kesehatan dan tergolong memenuhi syarat untuk berangkat haji pada tahun ini.

“Berdasarkan data yang ada, tidak ditemukan catatan khusus ataupun riwayat penyakit tertentu. Dari sisi status istithaah, almarhum masuk dalam kategori memenuhi syarat untuk berangkat haji tahun ini,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di titik kedatangan tetap harus dilakukan secara siaga dan responsif.

Meskipun jemaah telah dinyatakan memenuhi syarat keberangkatan, tetapi kondisi fisik dapat berubah sewaktu-waktu, terutama setelah penerbangan panjang.

“Walaupun jemaah sudah memenuhi syarat istithaah, kondisi di lapangan tetap harus terus dipantau. Perjalanan panjang, kelelahan, dan proses kedatangan bisa memengaruhi kondisi fisik jemaah. Karena itu, petugas harus selalu siap melakukan penanganan cepat,” ujar Abdul Basir.

Baca juga:

Bus Jemaah Calon Haji Kecelakaan di Madinah, Kemenhaj Ancam Cabut Izin KBIHU Nakal yang Pungut Biaya Tambahan

Menurut Abdul Basir, setiap peristiwa kedukaan di tengah operasional kedatangan jemaah menjadi pengingat bahwa kehadiran petugas sangat krusial dalam situasi paling rentan yang dialami jemaah.

Abdul Basir juga mengatakan, almarhum telah dimakamkan di Baqi pada pagi hari.

Ia menjelaskan, bagi jemaah haji yang wafat sebelum sempat menyelesaikan rangkaian ibadah hajinya, pemerintah akan memfasilitasi pelaksanaan badal haji sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ini menjadi bagian dari perhatian dan tanggung jawab layanan kepada jemaah,” jelas Abdul Basir. (knu)

Baca Artikel Asli