MERAHPUTIH.COM - FASE puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) Arab Saudi sudah di depan mata. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengimbau jemaah calon haji Indonesia untuk menjaga kesehatan dan mematuhi seluruh aturan yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi. Menurut Nazaruddin, cuaca di Arab Saudi saat ini sangat panas.
“Bisa mencapai 50 derajat celsius. Oleh karena itu, jemaah diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari. Bahkan untuk salat Jumat pun dianjurkan di sekitar hotel masing-masing,” ujar Menag Nasaruddin di Jeddah, Arab Saudi, dikutip Selasa (3/ 6).
Menag menegaskan seluruh jemaah harus menghindari aktivitas di luar tenda saat berada di Arafah, termasuk kunjungan ke Jabal Rahmah. Kepolisian Arab Saudi, kata Menag, akan menertibkan mobilitas jemaah guna mencegah risiko kesehatan akibat suhu ekstrem.
“Kita juga diingatkan agar tidak memaksakan diri melakukan ibadah-ibadah sunnah yang berlebihan, seperti umrah berkali-kali, karena dapat menguras energi dan berdampak buruk pada kesehatan,” tambahnya.
Baca juga:
Tenda Calon Haji Indonesia di Mina Penuh Sesak: Jemaah Tidur Berdesakan, DPR Turun Tangan!
Dalam pertemuan lanjutan dengan Menteri Kesehatan Arab Saudi, Pemerintah Arab Saudi menyampaikan keprihatinan atas tingginya jumlah jemaah yang wafat, terutama dari Indonesia. Mereka menanyakan sistem seleksi kesehatan sebelum keberangkatan serta jumlah dan distribusi tenaga medis yang disiapkan.
Nasaruddin menjelaskan dokter Indonesia sebelumnya dibatasi ruang geraknya dalam memberikan perawatan di tenda atau klinik sendiri. Namun, setelah dialog dengan pihak Saudi dan penjelasan dari Kepala Badan POM sekaligus anggota Amirul Hajj, Taruna Ikrar, aturan tersebut dilonggarkan.
Kementerian Kesehatan Saudi akhirnya menyepakati bahwa dokter Indonesia dapat kembali memberikan layanan medis di klinik-klinik haji. “Ini penting karena banyak jemaah merasa lebih nyaman berobat di klinik Indonesia, apalagi ada kendala bahasa jika langsung ke rumah sakit Arab Saudi,” jelasnya.
Dia menyambut baik sikap kooperatif Pemerintah Arab Saudi dan menyebutnya sebagai bentuk kerja sama yang produktif. Ia juga menyatakan masukan-masukan dari otoritas Saudi menjadi bahan evaluasi penting bagi Indonesia dalam meningkatkan layanan haji di masa depan.
“Ini agar penyelenggaraan haji Indonesia semakin baik di masa yang akan datang,” pungkasnya.(knu)
Baca juga:
Seluruh Jemaah Haji Sudah Tiba di Makkah, Kemenag Siapkan 2 Skenario Saat Puncak Haji