Merahputih.com - Suara dentuman Gunung Semeru belakangan ini sukses bikin warga di sekitar lereng kaget, tapi BPBD Lumajang memastikan fenomena tersebut masih dalam batas aman.
Buat kamu yang khawatir dengan aktivitas Gunung Semeru hari ini, kuncinya adalah tetap waspada, patuhi rekomendasi radius aman, dan jangan gampang termakan kepanikan.
Dentuman keras yang terdengar pada Senin (28/9) malam itu sebenarnya adalah pengingat alami bahwa status Semeru hari ini masih belum sepenuhnya tidur pulas.
Baca juga:
Erupsi Gunung Semeru pada Selasa Dini Hari Disertai Suara Gemuruh yang Kuat
Fenomena letusan Gunung Semeru semacam ini memang kerap dibarengi suara gemuruh yang intens, jadi ini bukan indikator mutlak kalau kondisi gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mendadak memburuk atau berbahaya.
Detik-detik Terekamnya Suara Dentuman di Kawah Jonggring Saloko
Momen bergemuruhnya Semeru ini berhasil ditangkap oleh kamera pengawas. Pihak berwenang langsung mengevaluasi situasi untuk memastikan keamanan warga sekitar lereng.
Dentuman terdengar sekitar pukul 21.01 WIB dan terekam kamera CCTV milik BPBD Lumajang di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo. Dalam rekaman tersebut, dentuman terdengar bersamaan dengan aktivitas letusan dan kepulan kolom asap di atas Kawah Jonggring Saloko,
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho.
Ia juga menegaskan bahwa erupsi malam itu tidak menimbulkan dampak kerusakan fisik, sehingga warga bisa sedikit bernapas lega.
Kenapa Gunung Semeru Sering Mengeluarkan Suara Gemuruh?
Usut punya usut, suara gemuruh ini lumayan sering mampir ke telinga warga dalam dua sampai tiga bulan terakhir.
Menurut Koordinator Pos Pantau Curah Kobokan, Sugiono, dentuman itu biasanya muncul pasca letusan Semeru mengalami fase jeda yang cukup lama.
Jadi, suara ini adalah hal yang wajar dan sering menyertai aktivitas vulkanik. Munculnya dentuman tidak bisa langsung dimaknai sebagai tanda bahwa gunung sedang "ngamuk" parah.
Semua perkembangan tetap harus merujuk pada hasil pantauan instansi berwenang, bukan sekadar tebak-tebakan warga.
Tetap Waspada Status Siaga: Cek Zona dan Radius Aman Semeru
Biar tetap aman saat beraktivitas, kita wajib ingat kalau Gunung Semeru saat ini masih bertahan di Level III alias Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) udah ngasih wanti-wanti keras soal zona merah yang wajib dihindari.
-
Sektor Tenggara: Tidak boleh ada aktivitas sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi (sepanjang Besuk Kobokan).
-
Zona Sungai: Dilarang mendekat dalam jarak 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang aliran lahar.
-
Lembah Berisiko: Ekstra waspada di area yang berhulu di Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Baca juga:
Update Kebakaran Hutan di Bromo, Semeru, dan Wilayah Jawa Timur Lainnya, Asap Masih Mengepul
Update Kebakaran Hutan di Bromo, Semeru, dan Wilayah Jawa Timur Lainnya, Asap Masih Mengepul
Intinya, buat warga Lumajang dan sekitarnya, nggak perlu panik berlebihan saat mendengar dentuman, tapi juga jangan lengah. Pastikan kamu selalu memantau update informasi dari kanal resmi seperti Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Badan Geologi, atau BPBD, biar terhindar dari hoaks yang bikin jantungan!