MerahPutih.com - Aksi massa menuntut pembatalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Ibu Kota Jakarta berakhir Jumat (23/9) malam.
Massa aksi dari Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) yang berunjung juga membubarkan diri.
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menegaskan, situasi Jakarta aman terkendali.
Baca Juga:
Bawa Belati saat Demo Kenaikan BBM, Mahasiswa NTB Terancam 10 Tahun Penjara
"Aman aman aja ini tidak ada apa-apa," kata Fadil yang mengenakan seragam dinas lengkapnya ini.
Menurut Fadil, hal yang meresahkan justru orang-orang lain yang terdampak adanya kegiatan tersebut. Pasalnya, sejumlah jalan harus ditutup sebagai bagian dari pengamanan.
"Saya melihat orang-orang yang berpindah dari satu titik ke titik yang lain itu harus terganggu karena ada penutupan jalan seperti ini," jelas dia.
Terkait aksi demo yang terjadi selama dua minggu terakhir, Fadil Imran mengaku hal itu tak masalah selama pelaksanaan demo aman dan tertib.
Lulusan AKPOL 1991 ini mengatakan, jika ada pelanggaran hukum, pihaknya akan melakukan penegakan secara humanis.
Dia menyebut, sejauh ini kondisi aksi berjalan dengan lancar.
"Kalau ada pelanggaran hukum, pasti kita akan melakukan langkah-langkah penegakan hukum yang terukur dan humanis," katanya.
Baca Juga:
Kapolda Metro Peringatkan Anak Buahnya Tangani Kemacetan akibat Demo BBM
Fadil kemudian mengingatkan untuk melakukan pemberitahuan kepada polisi saat akan menggelar aksi.
"Ada pemberitahuan, ada batas waktu, ada koordinator lapangan, nah kewajiban kami untuk memfasilitasi, memberikan pelayanan," tutup dia.
Seperti diketahui, kenaikan harga BBM disambut dengan serangkaian aksi demonstrasi di sejumlah wilayah di Indonesia.
Salah satu lokasi yang menjadi pusat penyampaian suara adalah di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Tak jarang aksi di lokasi tersebut berakhir dengan kericuhan.
Demo melibatkan banyak elemen seperti buruh, mahasiswa, ormas, hingga ojek online. (Knu)
Baca Juga:
Demo Kenaikan BBM, Seribu Mahasiswa Kepung Kantor Jokowi