Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Jakarta Beli 7.500 Sapi dari Australia untuk Stok Puasa hingga Lebaran 2026

Dwi Astarini - Selasa, 24 Februari 2026

MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membeli atau mengimpor 7.500 ekor sapi dari Australia untuk stabilitas harga dan ketersediaan stok daging sapi di Ibu Kota saat bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 2026. Untuk tahap awal, Jakarta menerima pengiriman sapi dari Australia sebanyak 3.139 ekor.

Diketahui, kebutuhan daging sapi atau kerbau per hari di Jakarta mencapai sekitar 65 ton. Kebutuhan komoditas ini biasanya mengalami kenaikan signifikan pada saat hari besar keagamaan, termasuk Ramadan dan Lebaran sekitar empat persen.

"Pada hari ini secara resmi, Pemerintah DKI Jakarta melalui Dharma Jaya mengimpor sapi dari Australia yang per hari ini sudah masuk kurang lebih 3.100 dari 7.500 yang direncanakan," ujar Pramono di Jakarta, dikutip Selasa (24/2).

Impor sapi dari Australia ini dilakukan setelah 28 tahun lamanya melalui BUMD Dharma Jaya. Pramono menekankan kerja sama ini terwujud dengan adanya hubungan sister city antara Jakarta dan beberapa kota di Australia. Dengan adanya impor sapi ini, ia meyakini pasokan dan harga daging di Jakarta akan terjaga di tengah lonjakan permintaan masyarakat, sekaligus untuk mengendalikan inflasi.

Baca juga:

Dharma Jaya Tambah Impor Sapi Hadapi Puasa hingga Lebaran 2026

Pramono menjelaskan faktor utama inflasi di Jakarta, yakni saat menyambut Ramadan dan Idul Fitri, terutama pada komoditas daging, cabai, dan beras. "Tapi Alhamdulillah tiga yang utama ini (daging, cabai, beras) mudah-mudahan di Jakarta tidak mengalami kenaikan yang signifikan," katanya.

Selain pemenuhan stok jangka pendek, Pemprov DKI juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk ketahanan pangan jangka menengah. Dharma Jaya berencana mengelola lahan di Ciangir, Banten, sebagai pusat penyediaan pakan dan penggemukan sapi secara mandiri. "Mereka ingin mengelola tempat untuk rumput, supaya bisa dipakai untuk penggemukan sapi-sapi yang ada, tempatnya di Ciangir. Kami akan memproses untuk itu," kata Pramono.

Pramono meyakini, dengan cara ini, kebutuhan pangan Jakarta akan terpenuhi karena Dharma Jaya mengelola peternakan secara langsung.(Asp)

Baca juga:

Pemerintah Tidak Lagi Berlakukan Batasan Kuota Impor Sapi Hidup Demi Ketahanan Pangan

Baca Artikel Asli