MerahPutih.com - Isu matahari kembar antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo muncul ke permukaan.
Isu ini muncul pasca banyaknya sejumlah menteri Prabowo yang sering bertemu Jokowi di Solo, Jawa Tengah.
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie mengakui, tudingan ada matahari kembar ada benarnya.
“Gerak-gerik Jokowi, orang awam pun bisa baca,” terang Jerry kepada wartawan di Jakarta, Kamis, (24/4).
Menurut Jerry, seorang pejabat negara tidak bisa mengabdi pada dua tuan.
Prabowo dinilai harus segera mengambil langkah tegas mendepak menteri-menteri yang masih loyal terhadap Jokowi.
“Saya kira mereka bermain dua kaki. Orang-orang pilihan Jokowi di kabinet Prabowo, sekitar 60-70 persen lebih condong ke Jokowi ketimbang Prabowo,” ucap Jerry.
Baca juga:
Jerry melihat masih banyak menteri Prabowo yang berkunjung ke kediaman Jokowi dengan alasan tertentu. Menteri-menteri tersebut adalah loyalis Jokowi yang sudah menjabat sejak pemerintahan sebelum Prabowo.
“Seperti Menteri berkunjung ke Jokowi di antaranya Menteri KKP Wahyu Trenggono, Menteri Kesehatan Budi Sadikin, Menteri ESDM Bahlil Lahaladia dan menterinya Jokowi di kabinet Prabowo. Kan sudah berapa kali menteri Prabowo mengunjungi Jokowi disaat ada banyak tugas negara yang harus diurus,“ ucap dia.
Jerry semakin curiga ketika Trenggono dan Budi Sadikin menyebut Jokowi sebagai bos. Ini mengindikasikan jika keduanya masih setia terhadap Jokowi.
Jerry juga mencontohkan pertemuan sejumlah Perwira Menengah Sespim Mabes Polri di kediamannya Jokowi.
“Ini aneh. Lebih baik datang ke mantan Kapolri karena lebih kompeten menjawab soal seluk-beluk Polri,” sebutnya.
Jerry menyebut, bila Jokowi dibiarkan terus bermanuver, maka menjadi cermin nyata ketidaktegasan Prabowo.
“Prabowo harusnya tegas dengan melarang dan membatasi menterinya melakukan kegiatan yang tak perlu,” tutup Jerry. (Knu)