MerahPutih.com - Kondisi pelayaran Selat Hormuz belum normal dan masih menghadapi berbagai blokade dan serangan.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan menembakkan setidaknya dua rudal ke kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Situs berita Axios yang mengutip dua pejabat AS menyebutkan, Amerika kemungkinan akan membalas dengan serangan terhadap target-target Iran menyusul serangan tersebut.
Laporan tersebut muncul setelah pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan bahwa sebuah kapal tanker terkena serangan di lepas pantai Oman, yang memicu kebakaran di kapal tersebut.
Baca juga:
Komisi I DPR: Kehadiran Indonesia di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Perkuat Diplomasi
Sebuah kapal tanker melaporkan terkena proyektil tak dikenal di sisi kiri yang menyebabkan kebakaran, saat berlayar ke arah selatan,
kata UKMTO dalam sebuah pemberitahuan peringatan.
UKMTO tersebut mengatakan, pihak berwenang sedang menyelidiki insiden tersebut dan menyarankan kepada kapal-kapal yang beroperasi di area itu untuk berhati-hati dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan. Tidak ada korban jiwa atau kerusakan lingkungan yang dilaporkan, menurut UKMTO.
Sementara itu, media Iran menulis di X, mengutip sumber-sumber, bahwa sebuah kapal tanker minyak Qatar “bermaksud melewati jalur Oman di Selat Hormuz dengan dukungan Angkatan Laut AS tetapi menjadi sasaran setelah mengabaikan peringatan berulang kali.”
Sementara itu, Pemerintah Turki memandang positif perundingan yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat, tetapi meyakini bahwa Israel mungkin berupaya mengganggu proses tersebut, kata Menteri Luar Negeri Hakan Fidan pada Senin.
"Kami menganggap pembicaraan antara Iran dan AS penting. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa Israel bisa saja berusaha mengganggu proses ini pada kesempatan pertama. Semua pihak harus tetap waspada," kata Menlu.