Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

IPW Nilai Ada Empat Kerugian Jika Prabowo-Sandi Hadiri Reuni 212

Andika Pratama - Sabtu, 01 Desember 2018

MerahPutih.com - Indonesian Police Watch menanggapi kegiatan reuni akbar alumni 212 yang akan digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Minggu (2/12).

Ketua Presidium IPW, Neta S Panel mengatakan, pergerakan massa tidak semasif seperti aksi 212 tahun 2016 lalu, di mana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dianggap sebagai musuh bersama.

Namun, lanjut Pane, elit-elit tertentu tetap bersikap bombastis dengan mengatakan reuni tahunan 212 ini akan diikuti lebih dari 1 juta orang.

Capres Prabowo Subianto. Foto: Facebook/Prabowo Subianto

Melihat memudarnya antusias masyarakat ini, IPW menilai, ada empat kerugian besar jika Prabowo-Sandi hadir dalam reuni tersebut.

"Pertama, dengan minimnya jumlah peserta reuni, kredibilitas Prabowo Sandi akan melorot karena dianggap tidak mampu mengumpulkan massa dan tidak punya pendukung maksimal," kata Pane melalui pers rilis.

Kedua, jika unsur elit partai pendukung tidak hadir dalam reuni akan muncul kesan bahwa Prabowo-Sandi sudah ditinggal elit partai pendukungnya. Ketiga, jika reuni 212 itu didominasi kalangan radikal, Prabowo akan dicap sebagai figur pemimpin radikal dan bukan mustahil para pendukungnya akan meninggalkannya di Pilpres 2019.

"Keempat, jika terjadi kericuhan dalam acara reuni 212, publik akan menuding, bagaimana Prabowo bisa memimpin negeri ini kalau memimpin reuni saja ricuh," tuturnya.

Aksi 212.Foto:Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Untuk itu, IPW berharap, Prabowo-Sandi berpikir ulang untuk hadir dalam acara tahunan 212 itu. Kasus Ratna Sarumpaet harus jadi pelajaran penting bagi Prabowo. Kasus Ratna menunjukkan betapa lemahnya tim sukses dan tim intelijen Prabowo dalam menyikapi sebuah keadaan.

"Kasus Ratna juga menunjukkan betapa emosionalnya Prabowo dalam menanggapi sebuah isu dan situasi. Semua itu membuat pasangan Prabowo Sandi menjadi blunder, kedodoran dan terlihat tidak profesional," tutupnya. (Asp)

Baca Artikel Asli