Internet Mati, Bagaimana Soal Emergency Landing di Bandara Ngurah Rai?
Sabtu, 17 Maret 2018 -
MerahPutih.com - Beberapa provider memutus penggunaan internet saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1940 di Bali, pada Sabtu (17/3). Pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai, akan mematuhi kebijakan tersebut.
Menurut Kepala Humas Bandara Ngurah Rai Angkasa Pura I Arie Ahsannurohim, pemutusan internet tidak perlu dikhawatirkan. Sebab hal itu tidak berpengaruh pada Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sebab, saat Hari Raya Nyepi Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah tidak beroperasi untuk melayani penumpang.
"Kami juga mematuhi perintah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sehingga nantinya pelayanan Wifi diarea Bandara atau di sekitarnya akan di Off-kan secara tentatif," ucapnya saat ditemui di Kantor Humas Bandara I Gusti Ngurah Rai. Jumat (16/3).
Kendati, pelayanan Wifi di berhentikan sementara, ketika ada permintaan emergency landing di Bandara I Gusti Ngurah Rai akan dihidupkan kembali. Selain itu, juga untuk AirNav tidak mengatifkan internet karena mempunyai jaringan satelit sendiri. "Sifatnya kondisional kalau pelayanan internet, tetapi yang jelas untuk AirNav tidak akan mengatifkan internet, karena mempunyai jaringan sendiri," imbuh Arie.
Selain itu, Arie juga menyampaikan walaupun Bandara. I Gusti Ngurah Rai berhenti beroperasi dan tidak melayani secara reguler. Namun, jika ada emergency flag, atau problem landing dan medical teknikel evakuasi tentunya akan melayani.
"Kami dan AirNav akan terus stanby di Bandara, dan sudah menyiapkan 368 petugas untuk melayani jikalau ada permintaan emergency landing. Selain itu, untuk satelit Radar tetap beroperasi, jikan nanti ada yang melintas di udara Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Jika ada permintaan emergecy landing," tutupnya. (MKF)