MerahPutih.com - Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, menuduh pemain Benfica, Gianluca Prestianni, melontarkan rasis terhadap dirinya selama pertandingan leg pertama babak playoff Liga Champions, Rabu (18/2) dini hari WIB.
Inisden itu menyebabkan pertandingan dihentikan selama 10 menit di babak kedua.
Vinicius sendiri mencetak gol untuk membawa Madrid unggul pada menit ke-50 di Lisbon, yang menjadi satu-satunya gol dalam kemenangan 1-0. Lalu, ia dihadang oleh Prestianni setelah merayakan gol di dekat bendera sudut lapangan.
Baca juga:
Inter Milan Berharap Bisa Datangkan Nico Paz, Real Madrid Disebut Ogah Lepas
Vinicius Junior Tuduh Pemain Benfica Rasis terhadap Dirinya
Vinicius berbicara kepada wasit Francois Letexier, yang membuat isyarat "tangan bersilang", yang menunjukkan bahwa tuduhan pelecehan rasial telah dilayangkan.
"Para rasis, di atas segalanya, adalah pengecut," tulis Vinícius di Instagram setelah pertandingan.
"Mereka perlu menutupi mulut mereka dengan baju mereka untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka."
Prestianni pun membantah tuduhan tersebut lewat akun Instagram pribadinya.
"Saya ingin mengklarifikasi bahwa saya sama sekali tidak pernah melontarkan hinaan rasis kepada Vinicius Junior; sayangnya dia salah menafsirkan apa yang dikatakan. Saya tidak pernah bersikap rasis terhadap siapa pun," tulisnya.
Baca juga:
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa mengonfirmasi, bahwa Madrid bersedia meninggalkan lapangan jika Vinícius menginginkannya. Namun setelah diskusi, tim memutuskan untuk melanjutkan pertandingan.
"Toleransi terhadap rasisme harus nol," kata Arbeloa dalam konferensi pers pasca pertandingan.
"Hal-hal seperti itu tidak boleh terjadi di lapangan pada 2026. Saya bertanya kepada [Vini] apakah dia ingin terus bermain. Saya mengatakan kepadanya bahwa kami bersamanya. Kami harus selalu berada di sisinya."
Vinicius Junior Kena Kartu Kuning usai Rayakan Golnya
"Saya mendapat kartu kuning karena merayakan gol, dan saya masih tidak mengerti mengapa," kata Vinícius di Instagram.
Para pemain Benfica juga menyebutkan, bahwa Prestianni memberi tahu mereka bahwa ia memprovokasi Vinicius, tetapi tidak pernah menggunakan hinaan rasis.
"Saya bertanya kepadanya dan dia mengatakan itu adalah provokasi normal antar pemain selama pertandingan," kata gelandang Benfica, Leandro Barreiro. (sof)