MerahPutih.com - Gempa dengan magnitudo 5,5 di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Laporan masyarakat gempa bumi tersebut dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Naha.
Selanjutnya, II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) di Tobelo.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku memicu terjadinya peristiwa gempa bumi tektonik dangkal di wilayah Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara-Maluku Utara.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa berdasarkan hasil analisis parameter pembaruan, gempa bumi tersebut memiliki kekuatan magnitudo M5,5.
Baca juga:
Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku dengan kedalaman mencapai 40 kilometer,
katanya.
Wijayanto menjelaskan, episenter gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 3,21° LU serta 127,47° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 107 kilometer arah Barat Laut Pulau Doi, Halmahera Utara.
Melalui hasil pemodelan matematis tingkat lanjut yang dilakukan oleh tim teknis, BMKG memastikan bahwa guncangan gempa bumi berkekuatan M5,5 ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.
Dia menambahkan sebagaimana laporan yang dihimpun dari masyarakat di lapangan, guncangan gempa tektonik ini dirasakan di wilayah Naha dengan skala intensitas II-III MMI, di mana getaran nyata dirasakan di dalam rumah seakan ada truk berlalu.
Sementara itu, guncangan dengan skala intensitas II MMI juga dilaporkan dirasakan oleh beberapa orang di kawasan Tobelo, yang ditandai dengan adanya benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hasil analisis lebih lanjut terhadap mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tektonik di Laut Maluku ini memiliki karakteristik pergerakan geser naik atau oblique thrust fault,
ujarnya.
Tim Direktorat Gempabumi BMKG mengonfirmasi bahwa setidaknya hingga pukul 14.30 WIB atau 16.30 WIT hasil monitoring yang dilakukan oleh sistem seismik belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
Ia mengingatkan agar masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh dampak guncangan gempa. (*)