MerahPutih.com - Vaksin COVID-19 Sinovac yang lagi diuji coba di Bandung tidak bisa sembarangan disuntik pada semua orang. Hanya orang-orang yang masuk kriteria saja yang bisa mendapat vaksin.
Mengapa demikian? Peneliti utama vaksin COVID-19, Profesor Kusnandi Rusmil bilang, orang yang mendapat vaksinasi massal nantinya adalah orang-orang sehat dan kuat.
“Ya itu untuk sementara dicari orang-orang yang sehat kuat. Usia di atas 18 tahun dan di bawah 59 tahun itu,” sebut Kusnandi Rusmil, dalam webinar yang digelar Kominfo, baru-baru ini.
Baca Juga:
Bio Farma Dapat Suntikan Modal Rp2 Triliun Buat Produksi Vaksin COVID-19
Guru Besar FK Unpad tersebut menjelaskan, vaksin yang sekarang lagi diujicobakan belum bisa dipakai untuk anak-anak maupun manusia lanjut usia atau orang berusia di atas 59 tahun.
Vaksin ini juga tidak bisa diberikan kepada orang dengan penyakit bawaan yang bisa berakibat vatal jika dikasih imunisasi. Untuk diketahui, imunisasi bisa menimbulkan dampak seperti alergi dan penyakit lainnya.
Namun, Kusnandi menegaskan sejauh ini uji klinis fase 3 di Bandung yang diikuti 1.620 relawan tidak menimbulkan penyakit pasca-imunisasi.
Kusnandi menjelaskan, penyakit COVID-19 yang disebabkan virus corona jenis baru atau SARS CoV-2 merupakan penyakit baru. Sehingga vaksin, pengobatan, maupun penanganannya pun baru.
“Jadi memang vaksinnya itu belum ada sekarang ini. Dan untuk siapa-siapanya juga belum ditentukan karena vaksin yang baru ada itu untuk usia 18 sampai 50-an tahun. Yang lainnya penelitiannya di luar negeri,” katanya.
“Karena kita baru mengenal vaksinnya, kita baru kenal virusnya, kita cari orang-orang sehat. Orang sehat kita suntik.”
“Gak akan diberikan ke orang sakit. Karena penyakit ini baru, saya baru mengenal. Jadi gak sembarangan dulu. Nanti kalau hasil fase 3 ini bagus, baru kita rencanakan lagi.”
Baca Juga:
Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac di Bandung Diklaim Paling Aman
Kusnandi mengaku belum mengetahui kapan vaksin COVID-19 bisa diberikan kepada anak maupun manula.
“Pokoknya semua vaksin yang dipakai digunakan itu harus uji klinis fase 3 dulu walaupun untuk anak maupun orang tua, harus fase 3. Untuk anak itu baru dilakukan di China pada umur 3 tahun ke atas tapi belum selesai,” terangnya.
Jadi, jika nantinya Indonesia membutuhkan vaksin untuk anak-anak dan manula, ia menyarankan agar membeli vaksin tersebut dari luar negeri. (Iman Ha/Jawa Barat)
Baca Juga:
17 Relawan Vaksin COVID-19 di Bandung Mundur, ini Penyebabnya