MERAHPUTIH.COM — IKLAN gim Call of Duty resmi dilarang regulator periklanan Inggris karena dianggap meremehkan kekerasan seksual. Para penonton mengeluhkan iklan itu, menyebutnya sesuatu yang menyinggung.
Iklan Call of Duty: Black Ops 7 tersebut menampilkan petugas keamanan bandara palsu karena petugas asli terlalu sibuk bermain gim tersebut. Kampanye tersebut mengusung konsep bahwa orang-orang pengganti harus mengisi berbagai peran pekerjaan karena staf asli sedang bermain Call of Duty: Black Ops 7. Iklan yang dipermasalahkan berlatar keamanan bandara, dengan seorang aktor menjelaskan mereka ialah para pengganti.
Seorang pria kemudian diberi tahu bahwa ia dipilih secara acak untuk diperlakukan kasar, sebelum diperintahkan melepas pakaiannya hingga menyisakan sepatu, sementara petugas perempuan mengenakan sepasang sarung tangan. “Saatnya pertunjukan boneka,” kata perempuan itu.
Para penonton mengeluhkan video itu menyebutnya itu sesuatu yang tidak bertanggung jawab dan menyinggung. Hal itu merujuk pada ungkapan ‘saatnya pertunjukan boneka’ yang mengacu pada pemeriksaan tubuh yang invasif seolah-olah tubuh seseorang dimanipulasi seperti boneka. Otoritas Standar Periklanan Inggris (Advertising Standards Authority/ASA) menerima keluhan dari sembilan penonton yang menilai iklan tersebut meremehkan kekerasan seksual.
Sebagai tanggapan, Activision Blizzard UK Ltd mengatakan iklan itu mempromosikan gim dengan rating usia 18 tahun sehingga ditujukan hanya untuk audiens dewasa yang dianggap memiliki toleransi lebih tinggi terhadap humor yang tidak sopan atau dilebih-lebihkan. Iklan tersebut ditayangkan di YouTube dan layanan video on demand, termasuk ITV dan Channel 5, pada November 2025. Sebenarnya,itu merupakan satu dari beberapa iklan yang digunakan untuk mempromosikan seri terbaru Call of Duty.
Activision Blizzard UK Ltd mengatakan iklan tersebut telah ditinjau Clearcast, lembaga yang memberikan prapersetujuan iklan TV, dan telah disetujui dengan pembatasan waktu tayang bukan untuk anak-anak.
Perusahaan menambahkan iklan itu tidak disiarkan selama atau di sekitar program anak-anak atau konten yang mungkin menarik bagi anak di bawah 16 tahun. Perusahaan juga mengklaim iklan itu menggambarkan skenario parodi yang sengaja dibuat tidak realistis dan tidak menyerupai prosedur keamanan bandara yang sebenarnya.
Menurut perusahaan, iklan tersebut tidak menampilkan tindakan pemeriksaan secara seksual, dan humornya merujuk pada rasa tidak nyaman, bukan seks. Perusahaan menambahkan, meskipun beberapa penonton mungkin menafsirkan adanya sindiran seksual, iklan itu tidak mengandung konten eksplisit atau gambar yang mengobjektifikasi.
Baca juga:
Teaser Tony Hawk’s Pro Skater Muncul di Call of Duty: Black Ops 6
Di lain sisi, ASA mengatakan cerita dalam iklan tersebut mencakup pemeriksaan invasif tanpa persetujuan terhadap seorang pria yang melewati keamanan bandara. Namun, regulator mengakui video tersebut tidak menampilkan gambar eksplisit dan pria tersebut tetap berpakaian selama iklan berlangsung.
Meski begitu, pengawas periklanan mencatat bahwa humornya dihasilkan dari penghinaan dan ancaman tersirat terhadap penetrasi yang menyakitkan dan tanpa persetujuan terhadap pria tersebut. ASA kemudian menyimpulkan iklan tersebut meremehkan kekerasan seksual dan karena itu tidak bertanggung jawab serta menyinggung.
Oleh karena itu, iklan tersebut diputuskan tidak boleh muncul lagi dalam bentuknya saat ini.
Ini bukan pertama kalinya iklan seri gim tersebut dilarang. Pada 2012, sebuah iklan Call of Duty: Modern Warfare 3 yang menampilkan pria bersenjata menembaki sebuah truk dilarang tayang siang hari oleh ASA karena adegan kekerasan dan kehancuran yang dianggap tidak pantas untuk anak-anak.(dwi)
Baca juga:
'Call of Duty: Modern Warfare 3' Kini Hadir di Xbox Game Pass